Satpol PP Amankan Sejumlah Aset Warnet Bersama 27 Orang tanpa Identitas

- Sabtu, 11 Mei 2019 | 14:38 WIB
IMG-20190511-WA0002
IMG-20190511-WA0002

PEKANBARU(HR)- Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, dibantu aparat TNI dan Polisi Militer, Jumat,(10/5), mengamankan sejumlah aset pendukung usaha warnet berikut 27 orang tanpa identitas di lokasi berbeda.

Tindakan tersebut dilakukan sebagai sanksi yang harus diterima pengusaha, sebab empat hari sebelum razia dilaksanakan, pemilik sudah diberikan surat instruksi walikota. Berisi tentang pengaturan waktu operasional tempat usaha selama Bulan Ramadan 1440 H.

27 orang yang diamankan, terdiri dari empat wanita dan 23 orang pria, saat razia berlangsung dua wanita bersama 23 pria itu kedapatan sedang bermain biliar di pusat pelatihan atlet biliar Riau, di Jalan Subrantas, Komplek Meliar Bisnis Centre, Blok B.

-


Sedangkan dua wanita lagi, diduga berprofesi sebagai terafis yang tertangkap saat berusaha melarikan diri mengetahui kedatangan petugas di lokasi komplek Paninsula, Jalan Tuanku Tambusai.

Aksi penolakan sempat terjadi dilakukan semua operator Warnet yang didatangi pada malam itu, bahkan mereka juga sempat menghalangi petugas yang hendak mengeluarkan satu persatu aset warnet berupa kursi untuk dibawa ke dalam truk operasional.

" Loh kok dibawa Pak, tunggu-tunggu. Saya disini cuma kerja, saya tanya pemiliknya dulu," pinta operator.

Tanpa menghiraukan ucapan yang disampaikan, petugas tetap membawa aset ke dalam truk untuk diamankan ke Mako Satpol, Jalan Jenderal Sudirman. Kejadian seperti itu terjadi di enam warnet yang didatangi disekitar Jalan Srikandi dan Soebrantas, Panam.

Sebelum mengamankan 25 orang tanpa identitas, di pusat pelatihan atlet biliar Riau, Jalan Subrantas, petugas sempat dibuat repot dengan ulah pengunjung di sana. Sebab, puluhan orang dilokasi langsung berhamburan ke luar menerobos petugas menuju ke jalan raya.

Menyisakan semacam alat yang diduga digunakan untuk perjudian berupa papan catur dilengkapi pion berukuran besar. Setelah memasuki arena permainan biliar, didapati puluhan orang sedang bermain, petugaspun langsung menghentikan, meminta semua pengunjung mengeluarkan identitasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui 25 orang ternyata tak memiliki KTP dengan berbagai alasan. Mereka dikumpulkan, lantas dibawa ke Mako Satpol untuk dilakukan pendataan.

-


Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Agus Pramono, mengatakan, razia yang dilakukan sebagai upaya pengawasan dan peninjauan ulang terhadap tempat usaha yang sudah diberikan surat instruksi walikota, beberapa hari sebelumnya.

" Razia ini sebagai upaya untuk pengawasan dan peninjauan ulang terhadap tempat usaha yang sudah dikirimkan surat instruksi walikota. Pelaku usaha juga sudah kita berikan sosialisasi, tapi mereka tak mematuhinya, surat sudah disampaikan sejak Selasa,(7/5)," kata Agus, didampingi Kabid Ops, Satpol PP, Desharianto, usai razia.

Dalam razia yang dimulai pukul 22.30 Wib tersebut, Agus, menjelaskan, ada delapan tempat usaha yang didatangi, enam Warnet dan dua tempat permainan biliar. Adajuga panti pijit dan tempat hiburan karaoke, namun semua dalam keadaan tutup, dimulai dari Jalan Tuanku Tambusai, sampai ke daerah Simpang Panam.

" Beberapa fasilitas pendukung Warnet- warnet itu memang kita amankan untuk barang bukti, saat itujuga Warnetnya kita suruh tutup. Pada bagian depan usaha kita tempeli stiker menjelaskan, tempat usaha dalam pengawasan tim yustisi Pemko Pekanbaru. Kita akan mintai keterangan pemilik, mengapa tidak mematuhi aturan, sanksi lain bisa sampai pencabutan izin kalau masih bandel," tegasnya.

Terhadap 27 orang tak memiliki identitas, Agus, mengatakan, akan didata, kemudian membuat surat pernyataan dan perjanjian. Setelah dilakukan pembinaan, jika ada penjamin dari pihak keluarga, mereka akan dipulangkan ke rumahnya masing- masing.

" Mereka ini bandel, bukannya beribadah, malah bermain. Ini bisa merusak generasi bangsa, tutup Agus.

Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru sudah menerbitkan instruksi terkait pelaksanaan kegiatan selama Ramadhan 1440 H, sejak Jum'at (3/5/). Pelaku usaha harus menjalankan usaha sesuai keputusan Walikota Pekanbaru No.377 tahun 2019 tanggal 3 Mei 2019, tentang Pengaturan Waktu Operasional Tempat Usaha Selama Bulan Ramadhan 1440 H.

Ada sembilan poin dijelaskan dalam surat instruksi tersebut, pada point ke tujuh, dijelaskan, warnet dan playstation tetap bisa buka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.(her)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

Dua Minggu ke Depan Pekanbaru Targetkan PPKM Level 1

Kamis, 23 September 2021 | 15:47 WIB

Menuju Herd Immunity, UNRI Vaksinasi 3.000 Peserta

Rabu, 22 September 2021 | 20:28 WIB
X