Dewan Pertanyakan Kesungguhan Yayasan

- Kamis, 4 April 2019 | 11:07 WIB
16 05-04 Siswa SMK BP saat melakukan study tour
16 05-04 Siswa SMK BP saat melakukan study tour

Pekanbaru (HR) DPRD Kota Pekanbaru mempertanyakan kesungguhan Yayasan Bina Profesi yang menangani sebuah sekolah bernama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Profesi. Pasalnya sekolah tersebut tiap tahun peserta didiknya terus merosot hingga membebani siswa dengan SPP yang mahal.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi. "Kemarin itu ada surat masuk ke saya, tapi memang tidak ada disebutkan siapa pengirimnya, dikirim via pos. Tentu langsung kita tindaklanjuti. Lalu kami panggil kepala sekolahnya, tapi karena berhalangan hadir akhirnya yang datang itu perwakilannya. Adalah data-data yang dibawa mereka," ujarnya saat dihubungi via ponsel.

Ia mengatakan dari pertemuan tersebut diketahuilah bahwa memang siswa sekolah tersebut sangat minim. Berdasarkan data yang diterima, SMK Bina Profesi ini dari kelas 1 hingga kelas 3 hanya berjumlah 75 orang.

Dengan rincian, kelas 1 berjumlah 16 orang, kemudian kelas 2 berjumlah 3 kelas kejuruan masing-masing Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 10 orang, Usaha Perjalanan Wisata (UPW) 6 orang dan kelas Akuntasi 6 orang. Dan untuk kelas 3, dengan rincian Akuntasi 15 orang, TKJ 11 orang UPW 6 orang.

Setiap murid dibebankan SPP perbulan Rp370 ribu, sementara gaji guru cuma Rp1,4 juta dengan tenaga pengajar 14 orang.

"Dengan kondisi tersebut, kita minta pihak yayasan untuk melakukan evaluasi kembali menjalankan operasional sekolah itu. Karena kebutuhan operasional sekolah akan berefek terhadap peserta didik yang akan dibebankan biaya berupa SPP," jelasnya.

Tidak hanya itu, terang pria yang akrab disapa Romi ini, dirinya mengkhawatirkan kualitas anak didik juga akan berpengaruh terhadap ketersediannya fasilitas pendidikan.

"Jangan karena hanya mengejar keuntungan bisnis akhirnya anak didik menjadi korban. Kasihanlah," Cakapnya.

Ia juga menyarankan agar Dinas Pendidikan harus turun tangan memperhatikan hal-hal seperti ini. "Perhatikanlah kualitas sekolahnya seperti apa, muridnya seperti apa. Penerbitan izin-izin juga harus lebih selektif. Karena ini masalah pendidikan. Penerus bangsa kita harus mendapat pendidikan terarah," ungkapnya.

Pemilik yayasan Shofrudin saat dikonfirmasi terkait SMK Bina Profesi tersebut menyatakan tidak mengetahui adanya pemanggilan oleh pihak dewan.

"Saya malah tahunya dari media kalau ada pertemuan. Karena yang saya tahu Kepala sekolahnya hari senin kemarin setahu saya ada tugas dari IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) Riau sebagai Assesor UKK di SMK Luar kota," pungkasnya. (ckc)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

Ratusan Siswa SD Ikuti Vaksinasi di Polsek Sukajadi

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:51 WIB
X