Saat Pandemi Corona, Pers Sebaiknya Beri Penguatan kepada Masyarakat Lewat Pemberitaan

- Senin, 13 April 2020 | 16:26 WIB
IMG_20200413_162540
IMG_20200413_162540

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC), Wahyudi El Panggabean mengimbau kepada kalangan pers, untuk terus menerus melakukan penguatan kepada publik, lewat berita-berita bernuansa motivasi. Terutama pandemi corona seperti saat ini.

"Menyampaikan informasi pers yang bertendensi menenangkan publik, mungkin akan mengurangi eskalasi stigma negatif di medsos," ujar Wahyudi melalui siaran pers yang diterima riau.haluan.co, Senin (13/4).

"Musibah pandemik Covid-19 ini, sangat bergantung pada sikap kita. Jika kita, tetap tenang dan selalu bersikap positif, antibody kita akan menguat dan mengalahkan virus penyakit. Tetapi, akan berlaku sebaliknya, jika kita selalu bersikap negatif, takut, khawatir, memberi stigma dan memonnis orang lain, stamina kita akan down," sambungnya.

Untuk itu, Wahyudi berharap para rekan pers, bisa berperan aktif dalam menyajikan berita-berita penguatan secara psikologis, berupa hasil wawancara dari para tokoh yang berjiwa motivasi.

"Pers mesti menggiring publik untuk condong lebih percaya pada pemberitaan media berita, ketimbang pengaruh stigma negatif di medsos," tutur dia.

Para wartawan, harapnya, sebaiknya tetap tenang dan bergairah untuk memerangi Covid-19 ini, melalui pemberitaan yang berorientasi pada upaya menenangkan masyarakat.

"Kita bisa melakukan wawancara telepon atau via WA dengan para narasumber yang berpikir jernih dan bersedia menyuarakan kedamaian," tambahnya.

Sebab, semua pihak, memang harus tetap tegar di tengah bencana yang mendunia ini. "Salah satu strategi untuk bertahan, yaitu dengan sikap positif dan tetap enjoy. Jangan takabbur. Tetapi, jangan terlalu serius," kata Wahyudi.

Satu hal yang urgen katanya, untuk mengurangi tendensi kritik dan menyalahkan pihak lain.

"Rasanya, kurang elegan melontarkan kritikan saat ini. Apalagi, menghujat. Itu akan menambah bencana," ungkapnya.

"Tentang sakit dan kematian, memang merupakan urusan Tuhan. Tetapi, sebagai mahluk lemah, kita harus waspada dan berusaha dengan mengikuti anjuran pemerintah," tegas Wahyudi.

"Bangsa besar ini, kita yakini akan mampu melewati masa-masa mengerikan ini, jika sebagian besar rakyatnya sepakat untuk bersikap damai dalam bencana," katanya.

Wahyudi menyebut, semua pihak mesti mengambil hikmah dan pelajaran yang cukup penting dari bencana ini.

"Jika kita sebagai sebuah bangsa bisa selamat melewati situasi darurat ini, kita akan tumbuh sebagai bangsa yang kuat karena hasil resistensi yang luar biasa dari cobaan berat ini," ujar dia.

"Untuk itu kita mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang berjuang demi keselamatan sebuah bangsa. Semoga badai ini cepat berlalu. Kita doakan," pungkas Wahyudi.(rls)

Penulis : Dodi Ferdian

Editor: Dodi Ferdian

Terkini

Amalan Saat Tahun Baru Islam dan Amlannya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 19:55 WIB

Sejarah Tahun Baru Islam 1 Muharram

Minggu, 8 Agustus 2021 | 19:53 WIB
X