Peran Apoteker dalam Pemberian Edukasi Vaksin Covid-19

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:30 WIB
Ilustrasi apoteker (Pixabay/stevepb)
Ilustrasi apoteker (Pixabay/stevepb)

Oleh: Diah Suci Ramadhani, Putri, Rifqi Kasfyur Rahman*

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Corona Virus Disease 2019 yang disebut Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Gejala-gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah. Penularan Covid-19 dapat melalui kontak langsung dan tidak langsung. Upaya penanganan pandemi Covid-19 salah satunya dengan cara vaksinasi. Tujuan utama vaksinasi Covid-19 adalah mengurangi penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

Apoteker sebagai salah satu tenaga kesehatan berdasarkan UU 36 tahun 2009, yang tugas profesinya diatur di dalam PP no 51 tahun 2009 bertanggung jawab terhadap semua hal terkait sediaan farmasi salah satunya pemberian informasi obat. Vaksin yang merupakan salah satu sediaan farmasi yang harus diperhatikan oleh apoteker mulai dari pembuatannya hingga pelayanannya kepada masyarakat khususnya dalam aksi promotif edukasi masyarakat terkait pemahaman vaksin yang benar.

Menurut our world in data yang dilakukan oleh Univesitas Oxford, angka vaksinasi di dunia telah mencapai 34,5% dari populasi di seluruh dunia, sedangkan negara Indonesia sendiri memiliki angka vaksinasi 19,4% dari populasi penduduk di Indonesia.

Melihat dari data angka vaksinasi di Indonesia yang masih rendah, kesulitan yang dialami pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi yaitu karena adanya kesalahpahaman dan kurangnya informasi yang didapatkan oleh masyarakat mengenai vaksinasi, sehingga menimbulkan persepsi masyarakat yang tidak baik mengenai vaksinasi Covid-19. Salah satu dengan penyebaran hoax vaksinasi Covid-19 pada berita-berita hoax terkini contohnya vaksinasi membuat banyak kematian, vaksin tidak berkualitas karena pembuatan dilakukan dalam waktu yang singkat, dan vaksin yang diberikan dapat menyebabkan kemandulan.

Mengenai penyebaran hoax tersebut maka vaksinasi berkaitan erat dengan kebenaran keamanan dari vaksin Covid-19. Terkait keamanan tersebut vaksin yang telah diproduksi sudah melewati proses panjang dan memenuhi syarat utama: Aman, Ampuh, Stabil, dan Efisien dari segi biaya.

Sebelum diproduksi vaksin Covid-19 harus melalui beberapa tahapan uji klinis yang benar dan menjunjung tinggi kaidah ilmu pengetahuan, sains, dan standar-standar kesehatan. Penetapan vaksin yang digunakan pemerintah adalah yang terbukti aman dan lolos uji klinis dan sudah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan dan juga masuk dalam Emergency Use Listing (EUL) dari WHO.

Secara umum, keamanan vaksinasi yang terjamin juga memiliki efek samping. Efek samping yang timbul dapat beragam pada umumnya ringan dan bersifat sementara atau tidak ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Penanganan terhadap efek samping berupa reaksi/gejala/keluhan dapat diatasi dengan cara melaporkan kepada petugas kesehatan yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan layanan vaksinasi atau ke puskesmas terdekat dan mengikuti petunjuk yang telah diberikan oleh petugas.

Dalam pemberantasan hoax yang beredar tersebut, upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan cara mengedukasi masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19. Pelaksanaan edukasi dilakukan dengan mengadakan promosi kesehatan yang dilaksanakan oleh direktorat promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Kemenkes RI.

Promosi kesehatan yang dilakukan meliputi keamanan vaksin, alur pelayanan vaksinasi, efek samping serta KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Promosi kesehatan ini dapat terlaksana dengan adanya kerjasama antar tenaga kesehatan, para tokoh masyarakat, para ASN, para pilar sosial mulai dari para Penyuluh Sosial Masyarakat yang berada di tingkat desa, para anggota Tagana, dan TKSK, untuk ikut mengedukasi, mengampanyekan dan mensukseskan pemberian vaksin.

Pada promosi kesehatan di sini peran apoteker sebagai tenaga kesehatan dalam mengedukasi masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19 sangat diperlukan, salah satunya tentang keamanan vaksinasi. Edukasi diberikan berupa komunikasi vaksinasi kepada masyarakat yang baik berbasis fakta ilmiah agar masyarakat termotivasi untuk divaksinasi, baik secara langsung berupa penyuluhan dan seminar yang dapat dilaksanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) atau secara tidak langsung seperti pembuatan leaflet dan media sosial.

Selain pemberian edukasi peran apoteker di pelayanan adalah ikut serta dalam melaporkan apabila adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Peran apoteker lainnya juga termasuk dalam penyediaan vaksin, baik itu impor atau produksi sendiri dan memastikan vaksin COVID-19 aman, berkhasiat, serta menjaga mutu vaksin.

Dapat disimpulkan bahwa peran apoteker di sini membantu pemerintah dalam memutusukan penyebaran Covid-19 dengan cara turut berkontribusi dalam promosi kesehatan yang bekerjasama dengan tenaga medis dan kesehatan lainnya melalui pemberian edukasi.

Pemberian edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan angka vaksinasi dan pengetahuan masyarakat mengenai keamanan dari vaksin, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh terhadap penyebaran hoax mengenai vaksinasi Covid-19. Edukasi yang diberikan berupa informasi keamanan vaksin, alur pelayanan vaksinasi, efek samping serta KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang diberikan secara langsung berupa penyuluhan di puskesmas atau secara tidak langsung seperti pemberian leaflet.

 

REFERENSI

JMI. Vol.12 No.1. Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Petunjuk Teknis pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi Covid-19.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Kumpulan Media Terkait Vaksinasi Covid-19. https://promkes.kemkes.go.id/kumpulan-media-terkait-vaksinasi-covid-19. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Komite penanganan Covid19 dan pemulihan ekonomi nasional 2021 “Paket advokasi vaksinasi covid-19 lindungi diri, lindungi negeri. Kementerian kesehatan republik Indonesia

Majalah Farmasetika. 2020. PP IAI: Apoteker Berperan Penting Sukseskan Vaksinasi Covid-19. https://farmasetika.com/2020/12/13/pp-iai-apoteker-berperan-penting-sukseskan-vaksinasi-covid-19/. Jakarta.

Our World In Data.2021. Statistics and Research CoronaVirus (Covid-19) Vaccsinations. https://ourworldindata.org/covidvaccinations?country=IDN. Oxford University.

Peraturan Menteri kesehatan Nomor 84 Tahun 2020, Pelaksanaan VaksinasiDalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pemerintah Republik Indonesia (2009): PP Nomor 51 Tahun 2009, tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta.

Yardi, 2015, Peran Apoteker Komunitas Dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Indonesia.

Yordan khaedir perspektif sains pandemic covid-19 pendekatan aspek virology dan epidemiologi klinik.

 

*Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Perintis Indonesia

Halaman:
1
2
3

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seberapa Penting Etika Bisnis Dalam E-Commerce

Rabu, 19 Januari 2022 | 10:31 WIB

Etika Bisnis Dalam E -Commerce Pada Merek Dagang

Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:29 WIB

SIM Kamu Asli atau Palsu? Berikut Ciri-Cirinya

Rabu, 12 Januari 2022 | 20:07 WIB

Penggunaan Media Sosial Sebagai Alat Diplomasi Digital

Jumat, 31 Desember 2021 | 15:07 WIB

Digital Marketing, Kiat Sukses Kembangkan UMKM

Rabu, 15 Desember 2021 | 09:53 WIB
X