Peran Apoteker Puskesmas dalam Edukasi Obat di Masa Pandemi Covid-19

- Selasa, 28 September 2021 | 15:57 WIB
Ilustrasi obat-obatan. (Pixabay/stevepb)
Ilustrasi obat-obatan. (Pixabay/stevepb)

Oleh: Widya Nadia Herru, Arifah Nasir, Rahmawati Hasara*

 

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Apoteker merupakan salah satu profesi kesehatan yang memiliki peran strategis dalam edukasi obat kepada masyarakat. Namun, pandemi Covid-19 telah menyebabkan kegiatan edukasi yang selama ini telah berjalan, tidak bisa dilakukan secara maksimal karena keterbatasan kontak dengan masyarakat.

Sementara itu, masyarakat di masa pandemi Covid-19 sangat membutuhkan edukasi tentang obat terutama yang berkaitan dengan upaya preventif Covid-19.

Edukasi obat bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar dan tepat. Edukasi dapat diberikan oleh apoteker baik yang bekerja di apotek, klinik, Puskesmas, dan rumah sakit.

Puskesmas merupakan salah satu tempat apoteker melaksanakan pekerjaan kefarmasian yang sangat strategis memberikan edukasi obat karena titik kontak pertama dengan masyarakat. Namun, di masa pandemi ini, kegiatan edukasi yang dilakukan apoteker Puskesmas tidak sebagaimana kegiatan sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Baca Juga: 2 Stasiun Televisi Ini Umumkan Akan Tayangkan Film Pengkhianatan G30S PKI

Covid-19 pertama kali tersebar pada tahun 2019 dimana penyakit ini disebabkan oleh coronavirus. Gejala umum yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah demam, batuk, pilek, tenggorokan sakit, sesak nafas, serta badan lemah dan lesu. Penyebaran Covid-19 dapat terjadi salah satunya melalui percikan air liur yang keluar bersama bersin, batuk bahkan saat berbicara dari seseorang yang telah terinfeksi coronavirus.

Oleh karena itu, diperlukannya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Protokol kesehatan yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi mobilisasi.

Pemberlakuan kegiatan jaga jarak dan menggunakan masker membuat terbatasnya kontak antara apoteker dengan masyarakat ketika akan melakukan kegiatan pelayanan kefarmasian. Apoteker diharuskan menggunakan APD (alat perlindungan diri) yang telah ditetapkan, menjaga jarak minimal satu meter, dan menggunakan barier pembatas ketika akan melakukan kegiatan edukasi obat kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seberapa Penting Etika Bisnis Dalam E-Commerce

Rabu, 19 Januari 2022 | 10:31 WIB

Etika Bisnis Dalam E -Commerce Pada Merek Dagang

Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:29 WIB

SIM Kamu Asli atau Palsu? Berikut Ciri-Cirinya

Rabu, 12 Januari 2022 | 20:07 WIB

Penggunaan Media Sosial Sebagai Alat Diplomasi Digital

Jumat, 31 Desember 2021 | 15:07 WIB

Digital Marketing, Kiat Sukses Kembangkan UMKM

Rabu, 15 Desember 2021 | 09:53 WIB
X