Dianggap Jadi Pemicu Inflasi Bursa Transfer, Presiden LaLiga Berniat Laporkan Premier League

- Sabtu, 10 September 2022 | 11:54 WIB
Presiden LaLiga, Javier Tebas (@BarcaUniversal)
Presiden LaLiga, Javier Tebas (@BarcaUniversal)

HALUANRIAU.CO, BOLA INTERNASIONAL - Presiden LaLiga, Javier Tebas mengaku tengah bersiap untuk melaporkan Premier League kepada UEFA.

Rencana pelaporan terhadap kasta tertinggi Liga Inggris tersebut imbas dari penilaiannya yang menganggap Premier League menjadi pemicu inflasi di bursa transfer dengan cara tim-tim belanja gila-gilaan.

Pada bursa transfer musim panas 2022/2023, tim-tim Premier League total telah menghabistan dana 1,9 Miliar Poundsterling. Angka tersebut memecahkan rekor mereka sebelumnyapada tahun 2017 silam.

Ia menyoroti aksi yang dilakukan oleh para pemilik klub Premier League yang menyuntikan dana besar ke klub. Kontriusi besar tersebut tidak sebanding dengan pemilik klub di LaLiga yang menurutnya tidak sehat untuk kompetisi di Eropa.

"Ada sesuatu yang enggak masuk akal, jadi apa sih yang terjadi? Banyak sekali cek keluar dari klub-klub seperti Manchester City yang merekrut jumlah pemain tertentu. Bahkan Championship rugi 3 miliar paun selama lima tahun. Kontribusi modal dari para pemilik-pemilik klub Premier League lebih besar dibandingkan LaLiga." kerasnya.

Baca Juga: Pemko Pastikan Tarif TMP Tetap Pasca BBM Naik

Dilansir dari Standart yang dikutip dari detik, Tebas mengungkapkan Pemasukan Premier League 1,8 kali dibandingkan LaLiga atau Bundesliga namun angka negatifnya 20 kali lebih banyak dari Liga Spanyol yang punya kontrol finansial yang sangat bagus.

"Ada 277 juta Euro dalam hal kenaikan modal di LaLiga. 2.376 juta Euro di Premier League, yang mana suntikan kontribusi dan pinjaman. Di Championship angkanya 1.385 juta Euro. Angka itu normal kalau mereka merekrut jumlah pemain dua kali lipat, tapi mereka sudah belanja jauh lebih banyak. Ini cuma memungkinkan kalau para pemilik mengeluarkan cek-cek dan ini adalah model yang berbeda."

"Saya tahu Premier League punya model untuk membatasi kerugian hingga 108 juta Paun, apakah kita menginginkan model-model yang tak berkelanjutan? Apa yang terjadi kalau para pemilik setip menyuntikkan dana? Kita bisa membiarkan para sheikh dan perusahaan-perusahaan besar untuk membeli klub-klub. PSG bisa menyuntikkan uang kapapunpun mereka mau beli pemain atau menggunakan relasi bisnis mereka," imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya berniat melaporkan hal ini ke induk sepak bola eropa (UEFA), dimana ia mendesak untuk menerapkan aturan yang lebih sehat demi perkembangan sepak bola eropa ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: BOB Sebagai Operator Antara PT BSP dan Pertamina

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: detik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Newcastle Menang vs Chelsea, #PotterOut Menggema

Minggu, 13 November 2022 | 15:56 WIB

Lewandowski: Argentina Favorit Juara Piala Dunia

Kamis, 10 November 2022 | 19:24 WIB

Shayne Pattynama, Mimpi Bawa Garuda ke Piala Dunia

Selasa, 8 November 2022 | 14:14 WIB

Ralph Hasenhuttl Resmi Dipecat Southampton

Senin, 7 November 2022 | 20:10 WIB

Striker Baru MU Bernama Harry Maguire!

Jumat, 4 November 2022 | 17:39 WIB

Gerard Pique Resmi Umumkan Gantung Sepatu

Jumat, 4 November 2022 | 02:01 WIB

AC Milan 'Kuda Hitam dari Italia' di Liga Champions

Kamis, 3 November 2022 | 16:15 WIB

Quique Setien: Barcelona Belum Lunasi Pesangon Saya

Jumat, 28 Oktober 2022 | 20:16 WIB

Son Heung-min to Real Madrid is Real?

Selasa, 25 Oktober 2022 | 21:06 WIB
X