Bukan Susi Susanti atau Alan Budi Kusuma, Tapi Ini Medali Pertama Indonesia di Olimpiade

- Jumat, 23 Juli 2021 | 11:25 WIB
Tiga Srikandi,  Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani berhasil meraih medali Perak di Olimpiade Seoul sebagai medali pertama Indonesia di Olimpiade
Tiga Srikandi, Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani berhasil meraih medali Perak di Olimpiade Seoul sebagai medali pertama Indonesia di Olimpiade

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Selama ini banyak yang menduga bahwa Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma yang meraih medali pertama untuk Indonesia di ajang Olimpiade sejak ikut serta mulai tahun 1952.

Susi dan Alan ternyata peraih medali emas pertama di ajang multi even terbesar dunia tersebut yang mereka raih di tahun 1992.

Namun untuk medali Olimpiade, pertama kali diraih oleh tiga orang Srikandi Indonesia dari cabang olahraga Panahan di tahun 1988.

Tiga Srikandi yang menjadi pahlawan olahraga Indonesia itu, Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani. Mereka suskses mempersembahkan medali Perak sekaligus medali pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade sejak keikutsertaan pertama kali di tahun 1952.

Menurut Nurfitriyana seperti dikutip dari cnnindonesia.com, saat seleksi menuju olimpiade 1988 tersebut ada lima orang yang ikut, Tetapi, dua bulan mendekati Olimpiade , hasil seleksi hanya memilih tiga atlet untuk menjalani persiapan lanjutan, yakni Nurfitriyana, Lilies dan Kusuma.

Persiapan Olimpiade 1988 tidak hanya digelar di Jakarta, tetapi juga di Sukabumi, Jawa Barat. Pertimbangannya sebagai adaptasi cuaca dingin di Korea Selatan dimana Olimpiade di gelar.

Mendapatkan pelatih dengan karakter yang ccukup keras, yakni Donald Pandiangan, ketiga Srikandi ini tidak bisa keluar dari tempat mereka dikarantina. Hanya beralatih dan berlatih.

"Pokoknya, waktu pelatnas dengan beliau [Donald Pandiangan] jelang Olimpiade 1988 itu kami tidak pernah dibilang benar-benar sempurna. Tapi akhirnya saya berpikir, fungsinya dia seperti itu untuk apa? Ya, biar kita percaya diri, bahwa apa yang kita lakukan itu benar. Semacam mental training,"

"Waktu bertanding di Olimpiade 1988 juga kami dilepas, tidak dituntun, tidak ada arahan. Beliau hanya mendampingi di belakang. Istilahnya beliau itu sudah percaya betul dengan kami. Jadi memang kami berempat sudah sehati. Dengan latihan keras itu fungsinya banyak," kata Nurfitriyana menceritakan kembali momen pelatnas jelang Olimpiade 1988.

Sebulan sebelum Olimpiade 1988 d gelar, ketiga Srikandi beruntung bisa keliling Eropa untuk berlatih serta mengikuti kejuaraan di sana sebagai ajang tryout. Bahkan mereka meraih peringkat ketiga pada kejuaraan panahan di Jerman.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: CNN Indonesia.com

Tags

Terkini

PSPS Riau Tambah Empat Pemain, Rekomendasi Japri Sastra

Kamis, 23 September 2021 | 16:53 WIB
X