Bek Kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan Resmi Gabung Klub Kasta Kedua Liga Jepang, Tokyo Verdy

- Rabu, 16 Februari 2022 | 12:13 WIB
Pratama Arhan resmi gabung klub J League, Tokyo Verdy (@tokyo_verdy)
Pratama Arhan resmi gabung klub J League, Tokyo Verdy (@tokyo_verdy)

HALUANRIAU.CO, BURSA TRANSFER - Bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan akhirnya telah diumumkan secara resmi pindah ke klub kasta kedua Liga Jepang, Tokyo Verdy.

Mantan pemain PSIS Semarang tersebut menjadi pemain Indonesia keempat yang bergabung ke Liga Jepang, setelah Ricky Yacobi yang direkrut oleh Matsushita Electric FC (sekarang Gamba Osaka), lalu Irfan Bachdim hingga Stefano Lilipaly.

Walaupun demikian hingga saat ini pemain yang meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala AFF Suzuki Cup Tahun 2020 tersebut, durasi kontrak yang di tawarkan belum diketahui secara pasti.

Namun dikutip dari situs transfermarkt, Pratama Arhan baru akan berstatus resmi menjadi pemain Tokyo Verdy pada 1 Maret 2022 mendatang.

Postingan resmi social media Instagram (@tokyo_verdy)

Tokyo Verdy merupakan salah satu klub asal Ibu Kota Jepang yang berdiri pada 1 Oktober 1991.

Dengan nama resmi Tokyo Verdy 1969, klub yang kini berkompetisi di J2 League berkandang di Stadion Ajinomoto di Kota Chofu.

Namun berdasarkan sejarahnya, Tokyo Verdy sebenarnya lahir pada tahun 1969 sebagai tim klub dengan tujuan kelak menjadi tim sepak bola profesional pertama di Jepang. Berikut akan diperkenalkan jejak langkahnya hingga kini.

Pada tahun 1969 ketika liga tertinggi Jepang masih berpuas diri dalam taraf olahraga amatir, Verdy tampil sebagai tim klub pertama di Jepang yang berhaluan profesional. Gaya ofensifnya yang didasari profesionalisme tinggi serta teknik canggih setiap anggota telah membawa dampak yang dahsyat bagi persepakbolaan Jepang kala itu. Bersama dengan rentetan kemenangan mulusnya yang tak henti-henti, Verdi dikatakan pula telah mengubah gaya sepak bola Jepang.

Di samping itu, Verdy juga mendahului tim-tim lain dalam mempraktikkan gagasan yang kini ditegaskan J-League yakni penyempurnaan akademi dan kegiatan yang berakar pada daerah setempat. Berikut akan diperkenalkan jejak emasnya selaku inovator/reformis sepak bola yang tak pernah mau berhenti dan telah terus menjaga gaya uniknya meski kadang disebut tidak ortodoks."

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Frank Kessie Resmi Diperkenalkan Barcelona

Senin, 4 Juli 2022 | 20:01 WIB

Potensi Ousmane Dembele ke Pangkuan Barcelona

Senin, 4 Juli 2022 | 12:42 WIB

MU Coba Tikung Olympique Lyon Buru Tyrell Malacia

Selasa, 28 Juni 2022 | 22:40 WIB
X