Beratnya Indonesia di Piala Asia, Bertemu Dua Kali Australia Hingga Harus Kehilangan Pemain Pilar

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 18:13 WIB
Timnas U-23 Indonesia memulai latihan di Tajikistan dalam cuaca dingin (pssi)
Timnas U-23 Indonesia memulai latihan di Tajikistan dalam cuaca dingin (pssi)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Setelah berhasil lolos ke kualifikasi piala Asia U-23 2021, Tim Nasional Indonesia tampaknya akan melalui perjuangan berat untuk merebut satu tiket ke babak selanjutnya.

Hal ini setelah dua penghuni grup G yakni China dan Brunei Darussalam menyatakan mundur dari agenda sepakbola Asia yang dilaksanakan di Tajikistan tersebut.

Mundur nya China dan Brunei Darussalam membuat Indonesia harus bertemu dengan penghuni grup G lainnya, Australia.

Indonesia harus melakoni dua kali dengan negara Kangguru tersebut. Ini tentunya akan sangat berat bagi Indonesia, meskipun pelatih Indonesia, Shin Tae-yong optimis anak asuhnya akan bisa melaluinya walaupun tetap merasa tidak ideal.

Shin Tae-yong menyayangkan mundurnya Brunei Darussalam dan China dari ajang ini. Meski begitu ia berharap dapat meraih hasil positif melawan Australia.

Indonesia tentunya harus bekerja lebih keras untuk bisa lolos dari grup ini dengan melalui hadangan Australia.

Baca Juga: https://riau.harianhaluan.com/nasional/pr-111490888/tabrakan-beruntun-10-bus-komara-yang-bawa-peziarah-1-tewas-19-luka-luka

"Situasi yang tidak ideal untuk kami karena mundurnya Brunei dan China. Apalagi hanya posisi pertama saja di grup ini yang akan lolos ke putaran final Piala AFC U-23 2022," kata Shin Tae-yong dalam rilis PSSI, Jumat (15/10/2021).

Selain itu, Timnas Indonesia harus turun dengan tidak akan diperkuat Egy Maulana Vikri, Syahrian Abimanyu, dan Rachmat Irianto yang harus kembali ke tim masing-masing.

Kondisi ini diperparah lagi dengan tidak bisanya bergabung Saddil Ramdani yang dalam kondisi cedera.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X