DPR Sebut 21 Juta Pelajar Tak Dapat Kuota Internet Bukan Sekadar Angka

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:27 WIB
(pixabay/sasint)
(pixabay/sasint)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI menyoroti jumlah pelajar yang tidak memperoleh bantuan subsidi kuota internet dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek).

Bahkan ternyata angkanya tidak sedikit, sebagaimana menurut anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan jumlahnya mencapai 21 juta pelajar.

“Yang mengganggu rasa keadilan itu dampaknya kepada masyarakat, kepada peserta didik,” ujar Putra dalam Raker bersama Kemendikbudristek, Rabu (25/8/2021).

“Ketika kita bicara ada peserta didik yang 21,4 juta peserta didik PAUD sampai SMA yang tidak menerima kuota tersebut, itu bukan sekadar angka,” ujar Putra, dilansir dari PMJ News.

Di sisi lain, Plt Kepala Pusdatin Kemendikbudristek, M Hasan Chabibie menanggapi terkait hal ini, pihaknya berpedoman terhadap aturan yang sama Kemendikbudristek hanya bisa menyalurkan bantuan kuota data pada siswa ataupun pengajar yang data serta nomor handphone-nya telah disetorkan ke pihaknya.

Menurut Hasan, kepala sekolah pun mesti menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang menyatakan kebenaran data yang diberikan.

“Jadi memang betul peserta didik kita jumlahnya lebih dari 50 juta. Namun yang mengirimkan SPTJM itu sendiri tidak sebanyak itu. Nah itu yang menjadi dasar kami pembagian kuota tidak sebanyak itu (jumlah total siswa nasional),” tutur Hasan.

Selain itu, Hasan juga mengatakan bantuan kuota belajar bisa mengakses semua laman, kecuali yang diblokir.

“Untuk bantuan kuota internet mendatang, tidak ada lagi mekanisme pembagian kuota umum dan belajar. Semua kuota internet bisa mengakses apapun kecuali laman yang diblokir Kominfo,” ujar Hasan dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, bantuan kuota internet tersebut terbagi dalam kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum digunakan untuk mengakses laman atau pelantar nonpembelajaran, sementara kuota belajar digunakan untuk mengakses laman yang digunakan untuk pembelajaran.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Kasus Positif Covid-19 Hari Ini Bertambah 404 Orang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:21 WIB

Erick THohir Minta Semua Fasilitas Umum di BUMN Gratis

Jumat, 26 November 2021 | 16:38 WIB

Larangan Masuk Terhadap WNI ke Arab Saudi Dihapus

Jumat, 26 November 2021 | 15:32 WIB
X