Musim Hujan Terjadi Lebih Awal, BMKG Menghimbau Beberapa Wilayah Lakukan Mitigasi Sejak Dini

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 13:34 WIB
Ilustrasi Banjir  |  Sumber: Misbahul Aulia on Unsplash
Ilustrasi Banjir | Sumber: Misbahul Aulia on Unsplash

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan terjadi lebih awal. Hujan di beberapa wilayah di Indonesia akan turun lebih lebat dari biasanya .

Untuk mencegah terjadinya bencana alam, BMKG meminta pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi lebih awal.

Daerah yang perlu meningkatkan kewaspaan menurut BMKG yaitu, sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau bagian selatan, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian barat hingga selatan, Sulawesi, Maluku Utara bagian barat, Pulau Seram bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

Puncak musim hujan periode 2021/2022 sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022.

“Perlu menjadi perhatian bersama, terutama di wilayah-wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak seiring intensitas curah hujan yang akan terus semakin meninggi,” ucap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat Konferensi Pers secara virtual di Jakarta, Kamis, 26 Agustus 2021. Berita ini dikutip dari pikiran-rakyat.com dengan judul BMKG: Hujan Akan Lebih Lebat dari Biasanya, Waspadalah.

Dwikorita menjabarkan, dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 14,6 persen diprediksi akan mengawali Musim Hujan pada September 2021, meliputi Sumatra bagian tengah dan sebagian Kalimantan.

Kemudian 39,1 persen wilayah pada Oktober 2021, meliputi Sumatra bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali. Sementara itu, sebanyak 28,7 persen wilayah lainnya pada November 2021, meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali - Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

“Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Hujan pada periode 1981-2010, maka Awal Musim Hujan 2021/2022 di Indonesia diprakirakan MAJU pada 157 ZOM (45,9 persen), SAMA pada 132 ZOM (38,6 persen), dan MUNDUR pada 53 ZOM (15,5 persen),” katanya.

Dwikorita menerangkan, secara umum, sifat hujan selama Musim Hujan 2021/2022 diprakirakan NORMAL atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 244 ZOM (71,4 persen), sejumlah 88 ZOM (25,7 persen) akan mengalami kondisi musim hujan ATAS NORMAL (lebih basah dari biasanya) dan 10 ZOM (2,9 persen) akan mengalami musim hujan BAWAH NORMAL.***(Gita Pratiwi/pikiran-rakyat.com)

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

10 Hari Lagi, Gaji ke-13 PNS Cair

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:03 WIB

Indonesia Raih Penghargaan Kependudukan dari PBB

Selasa, 14 Juni 2022 | 10:13 WIB
X