Kominfo Minta Masyarakat Melek Keamanan Data Pribadi Soal Cetak Kartu Vaksin

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 20:58 WIB
Ilustrasi   |  Sumber Doc Demak Bicara
Ilustrasi | Sumber Doc Demak Bicara

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Dimasa pandemi seperti saat ini, vaksin merupakan suatu langkah yang dapat ditempuh agar memiliki imun yang kuat.

Terlebih lagi dimasa PPKM seperti saat ini, pemerintah memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang sudah divaksin.

Untuk menunjukkan bukti bahwa masyarakat telah divaksin, pemerintah menyediakan sertifikat yang digunakan sebagai bukti yang sah.

Hal ini menjadi celah bagi pelaku jasa cetak kartu vaksin. Para pelaku jasa kebanjiran pesanan hingga bisa meraup banyak keuntungan.

Lalu, bagaimana dengan keamanannya?

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun angkat suara soal fenomena yang sedang marak di masyarakat.

Dilansir Arahkata dari laman resmi Kominfo, sebenarnya tidak ada aturan tentang boleh atau tidaknya melakukan cetak kartu vaksin COVID-19.

Meski begitu, masyarakat harus paham bahwa di dalam sertifikat vaksin terdapat data pribadi yang harus dilindungi keamanannya, seperti QR code, nomor KTP, dan informasi pribadi lainnya.

"Kami mengimbau agar pemilik sertifikat vaksinasi COVID-19 dapat menjaga dengan baik data-data yang tersimpan di dalamnya," kata juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi, Selasa 10 Agustus 2021.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Arah Kata

Tags

Terkini

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB

Jabatan Tito Karnavian Berakhir Besok, Terus?

Kamis, 14 Juli 2022 | 12:14 WIB
X