Sayangkan Vaksin Berbayar, Epidemiolog UI Singgung Menkes

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 13:07 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pixabay/torstensimon)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pixabay/torstensimon)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - LaporCovid-19 menyayangkan kebijakan Kementerian Kesehatan terkait vaksinasi berbayar. Merujuk pasal 1 ayat 5 Permenkes No. 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Permenkes No. 10 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam penanganan Covid-19, vaksinasi menjadi tanggung jawab pemerintah. Vaksinasi berbayar juga memakan ongkos yang cukup mahal yakni hampir Rp1 juta untuk dua kali dosis vaksin.

Menanggapi hal itu, Epidemiolog dari Universitas Indonesia, dr Pandu Riono menyinggung Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin terkait vaksin Gotong Royong.

Dilansir dari akun Twitter milik Pandu Riono, ia menyenggol Budi Gunadi Sadikin dan mempertanyakan kebijakannya.

"Kenapa pak @BudiGSadikin, Pemenkes tsb belum dicabut?" kata Pandu Riono.

Meskipun vaksinasi berbayar untuk individu telah dibatalkan, pihak Kemenkes belum mencabut Permenkes No. 19 Tahun 2021.

Ketika Permenkes tersebut belum dicabut, maka aturan itu masih memiliki kekuatan hukum. Pandu berujar pencabutan vaksinasi berbayar bisa menyelamatkan Indonesia.

"Bagus sekali kalau semua permenkes yg menyangkut vaksin berbayar dicabut termasuk yg dikenal dg vaksinasi Gotong-royong demi menyelamatkan Indonesia," pungkasnya.

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tags

Terkini

Sandiaga Uno: Bantuan Rp. 50 juta per UMKM

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:48 WIB

Analis Politik Anggap Ma'ruf Amin Cuma Ban Serep?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:23 WIB

Banyak Kasus, Berikut Cara Cek Legalitas Pinjol

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:27 WIB

Nikita Mirzani Berharap Rachel Vennya di Penjara

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:40 WIB
X