Selama Sekolah Online, 30% Anak Jadi Korban KDRT di Malang

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 17:18 WIB
Ilustrasi KDRT anak. (pixabay/counselling)
Ilustrasi KDRT anak. (pixabay/counselling)

HALUANRIAU.CO, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan meski belum ada rencana dalam waktu dekat membuka sekolah tatap muka, pihaknya terus mendorong penerapan pembelajaran tatap muka di tengah pemberlakuan PPKM dan pandemi Covid-19 yang titik terangnya tak kunjung tampak.

Pelaksanaan sekolah tatap muka di Kota Malang ditargetkan bisa terlaksana secepatnya usai para pelajar divaksin Covid-19. Dengan begitu diharapkan sekolah tatap muka bisa segera dilakukan lantaran 30% anak sudah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena sejumlah orangtua tidak sabar mengajar anaknya selama sekolah online atau daring.

"Belum, Insya Allah rapat semalam kita nggak bisa gini terus di Agustus. Walapun dalam PPKM, saya sudah usul PPKM nggak usah berhenti sampai pandemi selesai," kata Sutiaji usai meninjau vaksinasi massal pelajar, Rabu (4/8/2021).

Meski Sutiaji mengusulkan pembelajaran tatap muka digelar, namun pria kelahiran Lamongan ini tetap menegaskan arus mobilisasi orang harus bisa diawasi di tingkat terbawah mulai RT/RW hingga kelurahan. Hal ini memungkinkan agar orang-orang yang datang dari luar wilayah bisa dilacak supaya tak membawa virus masuk.

"Cuma penyekatan atau sirkulasi orang dipantau dari tingkat mikro. Sehingga tidak menutup kemungkinan sekolah akan masuk, karena dulu saya usulkan justru melalui sekolah, disiplin orang itu akan terbangun," tuturnya.

Apalagi dikatakan Sutiaji selama sekolah daring dari rumah, pihaknya menemukan beberapa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ke anak-anak. Hal itu terjadi karena rasa jenuh baik orang tua dan sang anak saat melakukan pembelajaran dari rumah.

"Ada titik jenuh anak-anak, rata-rata merindukan (sekolah tatap muka). Ada 30 persen KDRT dan seterusnya, ini justru mengganggu psikologi anak. Ke depan saya minta sekolah sudah dibuka sebagian, tapi tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19," kata dia.

Di sisi lain Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Diskdik) Wilayah Malang Batu, Ema Sumiarti menuturkan salah satu persyaratan utama pembelajaran tatap muka di tengah pandemi yakni guru dan siswa sudah divaksin. Maka untuk merealisasikan hal tersebut, ia juga terus mengejar target vaksinasi ke para pelajar SMA/SMK di Kota Malang dan Kota Batu.

"Syaratnya guru tenaga pendidik dan siswanya harus sudah vaksin, dan di Kota Malang untuk SMA, SMK, SLB kan sudah PTM terbatas kemarin. Apalagi SMK ada beberapa untuk mata pelajaran praktik kan masuk dengan terbatas," tutur Ema.

Sejauh ini dikatakan Ema, dari total 57.933 guru dan siswa SMA SMK di Kota Malang dan Kota Batu, baru tenaga pendidik dan guru saja yang sudah divaksin Covid-19.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Pertalite Kritis, Masyarakat Diminta Berhemat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:37 WIB

LPSK Sebut Istri Fredy Sambo Kurang Kooperatif

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:06 WIB
X