Emas Hijau Indonesia: Program Green Lifestyle Inovasi Perkembangan Berkelanjutan Kelapa di Indonesia

- Rabu, 26 Oktober 2022 | 03:36 WIB
Ilustrasi Emas Hijau Indonesia "Kelapa Sawit" (Ayu Wiharyati)
Ilustrasi Emas Hijau Indonesia "Kelapa Sawit" (Ayu Wiharyati)

 

Ekosistem kelapa-sawit">kelapa sawit Indonesia sedang mengalami transformasi yang berjalan dengan cepat. Strategi menuju Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Dalam Kolaboasi Kebaikan dan Manfaat.

Hal ini didorong oleh pemahaman yang lebih baik dari pelaku industri tentang pentingnya praktik-praktik berkelanjutan dalam memastikan masa depan bisnis ini dalam jangka panjang, serta meningkatnya tuntutan konsumen dari berbagai pasar terhadap produk yang menganut praktik berkelanjutan.

Keadaan ini telah mendorong terciptanya arah yang lebih jelas bagi pelaku industri kelapa-sawit">kelapa sawit di Indonesia terkait dengan praktik keberlanjutan.
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas primadona Indonesia yang memiliki peran dalam perekonomian.

Baca Juga:KLHK ‘Geruduk’ Pelaku Industri Minyak Kelapa Sawit Karena Cemari Lingkungan Riau

Berdasarkan Laporan Statistik Kelapa Sawit Indonesia (2018), subsektor perkebunan, termasuk kelapa-sawit">kelapa sawit di dalamnya menyumbang 471 triliun rupiah atau sekitar 3,47 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2017. Dilihat dari sisi ketenagakerjaan, industri kelapa-sawit">kelapa sawit mampu menyerap 16,2 juta tenaga kerja dengan rincian 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 12 juta tenaga kerja tidak langsung (Bappenas 2018).


lndustri kelapa-sawit">kelapa sawit merupakan industri strategis yang bergerak pada sektor pertanian (agro-based industry) yang banyak berkembang di negara-negara tropis seperti Indonesia. Manfaat Sawit sangat banyak diantaranya adalah bahan dasar industri seperti industri makanan, Kesehatan, kosmetika, industri sabun. minyak pelumas mesin dan lndustri bahan bakar nabati (Biodiesel).

Limbahnya bisa menjadi pupuk organik yg juga akan memberikan pendapatan.
Indonesia telah menjadi negara utama produsen minyak kelapa-sawit">kelapa sawit dunia dengan total produksi 36 juta ton metrik atau 61 persen minyak kelapa-sawit">kelapa sawit dunia (Index Mundi, 2016). Pernyataan tersebut didukung dan selaras dengan data empiris luas areal perkebunan kelapa-sawit">kelapa sawit di Indonesia yang menunjukan tren meningkat.

Pada tahun 2013, luas total perkebunan kelapa-sawit">kelapa sawit sebesar 10,47 juta Ha dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 12,3 juta Ha. Peningkatan luas lahan diikuti dengan peningkatan produksi kelapa-sawit">kelapa sawit sebesar 17,77 juta ton pada tahun 2013 dan meningkat menjadi 34,47 juta ton pada tahun 2017 (BPS 2018).


Ekosistem yang paling produktif di dunia. 1 (Satu) hektar kelapa-sawit">kelapa sawit dapat menghasilkan 5.000 kg minyak mentah, atau hampir 6.000 liter minyak mentah (JourneytoForever). Sebagai pembanding, kedelai dan jagung hanya menghasilkan sekitar 446 dan 172 liter per hektar.

Bila harga minyak sawit (CPO) diasumsikan hanya Rp.1.600/kg rnaka 1 Ha sawit akan memberikan pendapatan hingga sekitar Rp. 8.000.000. Bila satu industri sawit memiliki lahan 5,000 hektar maka pendapatan yang diperoleh dapat mencapai Rp. 40.000.000.000 (Rp 40 Milyar).

Disisi lain, industri kelapa-sawit">kelapa sawit akan membuka lahan pekerjaan baru bagi ratusan ribu pekerja, penghasilan yang diberikan dari industri ini lebih besar dibandingkan industri tanaman perkebunan lainnya.

Dengan perawatan yang baik dalam satu siklus industri Sawit dapat memberikan penapatan secara terus menerus selama 25 tahun sebelurn dilakukan penanaman ulang (replanting), jauh lebih lama dibandingkan beberapa agroindustri lainnya sehingga akan sangat mensejahterahkan bagi petani sawit.

Baca Juga:Program Musim Mas Buka Akses Pasar Global, Petani Sawit Swadaya Raih 11 Miliar Berkat Sertifikasi RSPO


Keunggulan-keunggulan yang dimiliki Indonesia dalam komoditas kelapa-sawit">kelapa sawit menjadikan Indonesia mampu untuk mengekspor minyak kelapa-sawit">kelapa sawit ke berbagai belahan dunia. Uni Eropa merupakan salah satu pasar tujuan ekspor utama komoditas minyak kelapa-sawit">kelapa sawit dengan share 16.35 persen dari total ekspor kelapa-sawit">kelapa sawit Indonesia ke dunia (UN Comtrade, 2018).

Halaman:

Editor: Ayu Wiharyati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahfud MD Yakin 13 Februari Sambo Akan Dihukum Adil

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:02 WIB

Menkes: Vaksin Covid, Gratis untuk Balita

Kamis, 5 Januari 2023 | 17:24 WIB
X