3 Skenario Rencana Penghapusan Tenaga Honorer oleh Menpan-RB

- Rabu, 21 September 2022 | 15:27 WIB
Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas beri sinyal batal hapus honorer 2023 mendatang. (Dok Menpan.go.id)
Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas beri sinyal batal hapus honorer 2023 mendatang. (Dok Menpan.go.id)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Menpan-RB, Azwar Anas mengatakan bahwa pihaknya tengah membuat tiga sekenario sebagai langkah antisipasi munculnya permasalahan terkait penghapusan tenaga honorer yang akan dimulai pada 2023 mendatang. Lanjut Azwar, nantinya Kemenpan-RB akan memilih salah satu dari 3 skenario itu.

Menurunya peringatan terkait pengangkatan non-ASN ini sudah lama, penghapusan tersebut akan berdampak kepada pelayanan-pelayanan di Kabupaten/Kota didaerah jika para honorer tersebut tidak ada.

"Jadi sebenarnya warning untuk pengangkatan non-ASN ini sudah lama. Tapi ada fakta juga kalau non-ASN ini tidak ada, pelayanan-pelayanan kita bisa terganggu di kabupaten/kota," kata KemenPAN-RB Azwar Anas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022) yang dikutip dari detik.

Tiga skenario Kemenpan-RB

Sekenario pertama yang ia ungkapkan adalah nantinya seluruh tenaga honorer diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun demikian, jika hal tersebut akan berdampak pada beban keuangan negara.

"Tapi ini akan menjadi beban yang berat bagi (keuangan, red) negara dan kompetensi birokrasi kita juga tentu akan ada problem di beberapa titik, yang ketika rekrutmennya kualitasnya diperhatikan," ungkap dia.

Pada sekenario kedua, mengatakan akan memberhentikan seluruh tenaga honorer.

Di sekenario ketiga, beberapa tenaga honorer akan diangkat menjadi ASN yang didasari pada skala prioritas.

"Yang lain bukan tidak prioritas, tapi diselesaikan secara bertahap," terang Azwar.

Nantinya ketiga sekenario tersebut akan dibahas bersama Komisi XI DPR RI dan Kemenkeu.

Baca Juga: Program Musim Mas Buka Akses Pasar Global, Petani Sawit Swadaya Raih 11 Miliar Berkat Sertifikasi RSPO

Kendati demikian, Azwar menyoroti soal data jumlah tenaga honorer yang dinilai tidak sesuai dengan data sebelumnya.

Semula menurutnya, Kemenpan-RB mendapatkan data jumlah tenaga honorer di Indonesia sebanyak 410 ribu orang, namun demikian belakangan angkanya melonjak 2 kali lipat lebih menjadi 1,1 juta orang.

"Mestinya kan PR (pekerjaan rumah) kami ini kan tinggal 400 ribuan (honorer) ya? PR kami yang akan kami bereskan 410 ribuan, ini tuntas," ucap Azwar.

"Ternyata semalam, tiba-tiba masuk data baru dari para kepala daerah 1.100.000 tenaga honorer. Waduh, ini PR baru," ungkap dia.

Akibat hal tersebut, dirinya meminta adanya audit ulang terhadap daftar nama-nama tenaga honorer yang dusulkan oleh pemerintah daerah di Indonesia.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: detik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terkait Aduan IPW, Ini Penjelasan Wamenkumham RI

Rabu, 15 Maret 2023 | 14:30 WIB

Utang Pemerintah Per Januari 2023, Tembus Rp7.754 T

Senin, 27 Februari 2023 | 11:48 WIB

Jokowi: Menpora Sudah Mundur Secara 'Informal'

Selasa, 21 Februari 2023 | 10:27 WIB
X