Temui Jokowi, PGRI Minta Tunjangan Guru dan Dosen Jangan Dihapus

- Selasa, 20 September 2022 | 15:56 WIB
Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi.
Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi.

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi pada, Selasa (20/9/2022) menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Hal tersebut dilakukan Unifah lantaran meminta kepada Presiden untuk tidak menghapus tunjangan profesi Dosen dan Guru dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang saat ini tengah digodok.

"Jadi, Presiden sangat positif menanggapinya dan itu membuat saya lega juga. Kami mengusulkan agar tunjangan profesi guru dan dosen tidak dihapus dalam RUU Sisdiknas," kata Unifah yang dikutip dari Detik.

Unifah menjelaskan bahwa betapa sangat pentingnya tunjangan profesi tersebut untuk para Dosen dan guru-guru. Ia melanjutkan ketika mendengar tentang rencana tersebut, para kalangan Dosen dan Guru sangat tidak senang.

Baca Juga: Sst… Gadai Elektronik di Pegadaian, Kini Gak Pakai Ribet

Ia menegaskan bahwa tunjangan tersebut merupakan sebuah bentuk penghargaan terhadap profesi dan itu sangat penting.

Karena itu adalah sebuah profesi, penghargaan, bukan sekadar uangnya, tapi soal bagaimana penghargaan terhadap profesi guru dan dosen itu penting banget," ujar Unifah.

"Jadi, guru dan dosen sebagai profesi itu adalah sebuah syarat mutlak bagaimana negara menghargai kepada guru dan dosen," kata Unifah.

Baca Juga: Terlilit Utang Bejudi, Buruh Pabrik Memilih Gantung Diri

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: detik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lord Rangga Sasana Meninggal Dunia

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:00 WIB

BLT Anak Yatim Piatu Rp200 Ribu Bakal Cair Bulan Ini

Senin, 5 Desember 2022 | 12:12 WIB

Presidensi G20 2023 Resmi Diserahkan ke India

Rabu, 16 November 2022 | 14:59 WIB
X