Pemerintah Tanggapi Serangan Hacker Bjorka dan Putuskan Bentuk Tim Khusus

- Selasa, 13 September 2022 | 14:40 WIB
Ilustrasi: Jokowi bentuk tim khusus untuk kasus pembobolan data oleh hacker brojka (Pexels/ThisIsEngineering)
Ilustrasi: Jokowi bentuk tim khusus untuk kasus pembobolan data oleh hacker brojka (Pexels/ThisIsEngineering)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Presiden Jokowi menginstruksikan pengadaan tim khusus untuk menangani serangan siber dari hacker Bjorka terhadap data pemerintahan Indonesia.

Sebelumnya, Jokowi menggelar rapat di Istana Kepresidenan pada Senin (12/9) untuk membahas tata kelola data di Indonesia. Rapat terbatas ini dihadiri oleh beberapa pejabat yang juga akan mengisi keanggotaan tim khusus, diantaranya, Wapres, Ma'ruf Amin; Menkominfo, Johnny G Plate; Menko Polhukam, Mahfud MD; Mendagri, Tito Karnavian; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; Kepala BIN Budi Gunawan; serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hisna Siburian.

Menkominfo mengatakan bahwa tim tersebut akan mencegah dan menghadapi serangan siber yang mengakibatkan kebocoran data.

"Perlu ada emergency response team terkait untuk menjaga data, tata kelola data, yang baik di Indonesia dan untuk menjaga kepercayaan publik," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate usai rapat, pada keterangan pers yang ditayangkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Per Hari Ini Rupiah Menguat Atas Dollar, Berikut Keuntungan dan Kerugiannya

Jhonny tak memberi keterangan lebih lanjut terkait kapan tim tersebut mulai berjalan.

Saat banyaknya pertanyaan dilotarkan, ia dan Menko Polhukam yang sedang berada dilokasi wawancara pun memutuskan meninggalkan para wartawan.

Kegaduhan ini diawali dari hacker yang dikenal dengan nama Bjorka menyerbu beberapa data penting pemerintahan seperti 1,3 miliar data registrasi kartu SIM dari Kominfo, dan data WNI dari KPU. Hacker ini pun diketahui menampilkan dan menjual data hasil retasannya diinternet.

Namun, Johnny sebut data-data itu bersifat umum dan bukan data baru.

"Data itu setelah ditelaah sementara adalah data yang sudah umum, bukan data spesifik dan bukan data yang ter-update sekarang, sebagian data yang lama untuk saat ini," kata Johnny.

Kepala BSSN minta rakyat untuk menyikapi hal ini dengan kepala dingin. Sampai saat ini serangan hacker tidak membuat sistem elektronik di Indonesia terganggu.

"Makanya masyarakat itu kita harapkan tenang saja. Tidak ada satu sistem elektronik yang diserang sementara ini. Sistem elektronik, ya. Kalau data-data ini sudah yang seperti disampaikan Menkominfo Johnny G. Plate, data umum yang di publish," kata Kepala BSSN itu.

Netizen sempat digegerkan atas tindakan Bjorka yang berhasil membobol surat-menyurat Presiden tahun 2019-2021.
Bjorka juga membuat pernyataan bahwa ia sudah memegang surat-surat BIN yang ditujukan kepada Presiden Jokowi. Lantas banyak netizen yang mendukung aksi ini.
Tapi, BIN menyangkal hal ini.

"Hoaks itu. Dokumen BIN aman terkendali, terenskripsi secara berlapis, dan semua dokumen pakai samaran," ujar Jubir BIN Wawan Purwanto, Jumat (9/9).

(Lasma/HRC-MaG)

Baca Juga: Mantan Kades Lukit Yang Sempat Viral Tidur Diatas Uang, Akhirnya Ditetapkan Tersangka Oleh Polres Meranti

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahfud MD Yakin 13 Februari Sambo Akan Dihukum Adil

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:02 WIB

Menkes: Vaksin Covid, Gratis untuk Balita

Kamis, 5 Januari 2023 | 17:24 WIB

Istri Wiji Thukul, Sipon Meninggal Dunia

Kamis, 5 Januari 2023 | 15:34 WIB
X