Anis Matta: Aksi Kekerasan Aparat Harus Dihentikan, Bisa Memicu Krisis Politik

- Minggu, 18 Juli 2021 | 09:17 WIB
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anies Matta
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anies Matta

HALUANRIAU.CO, JAKARTA-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menyatakan prihatin, kecewa dan sedih menyaksikan berbagai tindakan kekerasan kepada warga di beberapa daerah yang dilakukan oleh aparat dalam penegakan aturan disiplin kepada publik di tengah pandemi Covid-19.

Tindakan disiplin tersebut dalam rangka menegakkan aturan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) guna menurunkan lonjakan penyebaran kasus Corona di tanah air .

"Apapun alasannya tindakan kekerasan seperti itu tidak akan berujung dengan hasil yang baik. Warga kita sekarang ini, sedang menghadapi tekanan hidup yang berat," kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (17/7/2021).

Menurut Anis Matta, masyarakat saat ini sedang menghadapi tekanan hidup yang sangat berat. Tindakan kekerasan tersebut, akan menciptakan suasana jiwa yang sangat buruk yang akan menambah kesedihan kecemasan, ketakutan dan Frustasi.

"Ini semua bisa berkembang menjadi kemarahan dan akhirnya menjadi ledakan sosial yang tidak terkendali dan sangat mungkin juga bahkan berkembang menjadi krisis politik," katanya.

Hal ini tentu saja tidak diinginkan semua pihak akan terjadi peristiwa tersebut. Sebab, pandemi Covid-19 sekarang telah berkembang menjadi krisis ekonomi hingga menjadi krisis berlarut.

"Tentu saja Ini memberikan beban yang berat bagi pemerintah dan apalagi bagi rakyat kita secara keseluruhan. Jangan sampai hal ini ditambah dengan kemarahan rakyat, yang bisa berujung pada ledakan sosial dan krisis politik," katanya.

Agama Islam, lanjut Anis Matta, telah mengajarkan bahwa pentingnya kelembutan dalam menyelesaikan segala urusan, daripada menonjolkan kekerasan karena akan menyebabkan kerusakan.

Sehingga semua pihak perlu mencari ilham dalam mengatasi masalah pandemi Covid-19 ini. Sebab, pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh belahan dunia.

"Kelembutan akan membuat tujuan kita tercapai, sedangkan kekerasan akan membuat tujuan kita tidak tercapai. Dengan kelembutan, kita akan mendapatkan pahala, sementara kekerasan akan membuat kita berdosa," katanya.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Aduh, Ada Sinyal PPKM Level IV Diperpanjang

Senin, 2 Agustus 2021 | 09:54 WIB

Tokoh Muda NU Tanyakan Dana Baliho Puan Maharani

Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:40 WIB

Pemko Pariaman Dorong Petani Kelola Lahan Tidur

Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:12 WIB

Ini Makna Logo, Tema dan Pedoman HUT RI ke 76

Jumat, 30 Juli 2021 | 21:43 WIB

HIPMI Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

Jumat, 30 Juli 2021 | 17:45 WIB

AS Beri Rp1,4 Juta kepada Warganya yang Divaksin

Jumat, 30 Juli 2021 | 15:34 WIB
X