Siap-siap, Pemerintah Pastikan Pemudik akan Diperiksa Secara Acak Status Vaksinasi, Berikut Penjelasannya

- Selasa, 5 April 2022 | 20:45 WIB
Profesor Wiku Adisasmito menjelaskan kunci Ibadah tenang dan aman di bulan Ramadhan (tangkapan layar/YouTube Sekretariat Presiden)
Profesor Wiku Adisasmito menjelaskan kunci Ibadah tenang dan aman di bulan Ramadhan (tangkapan layar/YouTube Sekretariat Presiden)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Pemerintah melalui Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan bahwa para pemudik yang nantinya menggunakan kendaraan pribadi dalam rangka mudik lebaran 2022 kedepan akan diperiksa secara acak status vaksinasi covid-19 nya melalui aplikasi PeduliLindungi.

Hal tersebut ia sampaikan berkenaan untuk mengetahui kelayakan pelaku perjalanan dan nantinya akan diupayakan pemeriksaan di beberapa titik strategis.

“Nantinya akan diterapkan upaya pemeriksaan acak di beberapa titik strategis untuk menscreening pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan pribadi,” kata Wiku dalam Konferensi Pers secara virtual, Selasa (5/4/2022).

“Pemeriksaan akan dilakukan pada data yang tertera berdasarkan riwayat tertular maupun vaksinasi di dalam PeduliLindungi yang menunjukkan status kelayakan untuk bepergian,” tuturnya.

Baca Juga: Jaksa Bakal Ekspos Perkara Dugaan Korupsi Dana Kasbon APBD Inhu Rp114 M

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Covid-19, dimana didalamnya telah memuat aturan lengkap untuk para pelaku perjalanan orang dalam negeri sebagai berikut:

A. Vaksin booster:

Tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

B. Vaksin dua kali:

  1. Wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau;
  2. Hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

C. Vaksin satu kali:

Wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: Okezone

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB

Jabatan Tito Karnavian Berakhir Besok, Terus?

Kamis, 14 Juli 2022 | 12:14 WIB
X