Berikut Ini Daftar Penyakit yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

- Sabtu, 19 Februari 2022 | 12:50 WIB
Ilustrasi BPJS Kesehatan
Ilustrasi BPJS Kesehatan

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Upaya untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat diimplementasikan pemerintah dalam program BPJS Kesehatan menggunakan skema gotong royong.

Namun demikian, tidak semua penyakit ditanggung BPJS tersebut.

Pemerintah sendiri tak menyebut secara fisik penyakit yang ditanggung atau yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Meski demikian, bila mengacu Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan setidaknya terdapat 21 layanan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Dubber Karakter Detektif Conan, Dragon Ball, 'Denki' Boruto Hingga Spongebob versi Indonesia, Meninggal Dunia

  1. Penyakit yang berupa wabah atau kejadian luar biasa.

  2. Perawatan yang berhubungan dengan kecantikan dan estetika, seperti operasi plastik.

  3. Perataan gigi seperti behel.

  4. Penyakit akibat tindak pidana, seperti penganiayaan atau kekerasan seksual.

  5. Penyakit atau cedera akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau usaha bunuh diri.

  6. Penyakit akibat konsumsi alkohol atau ketergantungan obat.

  7. Pengobatan mandul atau infertilitas.

  8. Penyakit atau cedera akibat kejadian yang gak bisa dicegah, seperti tawuran.

  9. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri

  10. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen.

    Baca Juga: 1 Juta Kg Minyak Goreng Diduga Ditimbun di Sumut, Bareskrim Turun Tangan

  11. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.

  12. Alat kontrasepsi.

  13. Perbekalan kesehatan rumah tangga.

  14. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang terdiri dari rujukan atas permintaan sendiri dan pelayanan kesehatan lain yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan.

  15. Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat.

  16. Pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja.

  17. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas sesuai hak kelas rawat peserta.

  18. Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri.

  19. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.

  20. Pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan.

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Detik Finance

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertalite Kritis, Masyarakat Diminta Berhemat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:37 WIB

LPSK Sebut Istri Fredy Sambo Kurang Kooperatif

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:06 WIB

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB
X