14% Kasus Positif Covid-19 Anak-Anak, Jubir Kemenkes: Tertular dari Orang Tua

- Rabu, 16 Februari 2022 | 16:47 WIB
Ilustrasi covid-19 (Pexels/Edward Jenner)
Ilustrasi covid-19 (Pexels/Edward Jenner)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Angka positif Covid-19 memang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah kemarin, tercatat angka positif Covid-19 menembus 57 ribu.

Meskipun tinggi, tapi jumlah mereka yang meninggal dunia lebih rendah dibandingkan saat gelombang delta.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, kenaikan angka Covid-19 tersebut juga terjadi pada anak-anak. Bahkan, angka tersebut juga tergolong cukup tinggi.

"14% kasus konfirmasi positif Covid-19 adalah anak-anak dari total keseluruhan kasus," terang Siti Nadia dalam keterangan pers virtual, Rabu (16/2/2022).

Baca Juga: 350 Siswa SD Ikuti Vaksinasi Polsek Senapelan

Siti Nadia menjelaskan alasan kenapa kasus positif Covid-19 pada anak-anak tinggi. Menurutnya, itu disebabkan oleh orangtua si anak yang abai protokol kesehatan.

"Kebanyakan anak-anak positif Covid-19 itu tertular dari keluarganya, dari orangtuanya," ungkap Siti Nadia.

Hal ini juga karena kebanyakan kasus Omicron itu tidak bergejala yang menyebabkan seseorang tidak tahu kalau dirinya sebetulnya positif yang kemudian membuatnya abai prokes.

"Kan kalau di rumah, biasanya anggota keluarga tidak pakai masker dan ini menjadi peluang virus menyebar di dalam rumah. Anak-anak yang jadi korbannya ketika orangtua tidak tahu dirinya positif," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Okezone

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dubes Ukraina Ingatkan Ri Tipu Muslihat Putin

Selasa, 5 Juli 2022 | 13:12 WIB

10 Hari Lagi, Gaji ke-13 PNS Cair

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:03 WIB

Indonesia Raih Penghargaan Kependudukan dari PBB

Selasa, 14 Juni 2022 | 10:13 WIB
X