Terjadi Tren Peningkatan Kasus, Kemenkes Prediksi Puncak Omicron Awal Maret 2022

- Senin, 14 Februari 2022 | 11:45 WIB
Ilustrasi Covid Varian Omicron (PIRO4D on Pixabay)
Ilustrasi Covid Varian Omicron (PIRO4D on Pixabay)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Kasus infeksi Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bakal alami lonjakan pada akhir Februari atau awal Maret.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru bicara vaksinasi Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara virtual beberapa waktu lalu.

"Tren terjadi peningkatan angka kasus, prediksi di akhir Februari atau awal Maret 2022 puncak kasus omicron, 3 sampai 6 kali lebih tinggi dibandingkan puncak kasus karena Delta," ucap dr Siti Nadia Tarmizi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Dirjen Yankes Kemenkes), Profesor dr Abdul Kadir menyebut masyarakat tidak perlu panik atas kabar ini.

Baca Juga: DPP PPP Tunjuk Darmizar Ketua DPC PPP Kuansing, Kader PPP Berbondong Mengundurkan Diri

Sebaliknya tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama selalu berhati-hati dan sementara waktu tidak melakukan mobilitas tinggi.

Lebih lanjut, Prof Kadir mengatakan sejumlah kelompok masyarakat, termasuk lanjut usia (lansia), anak-anak, belum divaksin, hingga yang memiliki komorbid, harus lebih waspada.

Hal ini dikarenakan mayoritas gejala dari infeksi varian Omicron cenderung ringan, tanpa gejala, dan seperti flu biasa.

"Omicron bisa berbahaya pada lanjut usia (lansia), termasuk orang dengan komorbid, orang yang belum divaksin, dan anak-anak," ucapnya.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Indozone.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dubes Ukraina Ingatkan Ri Tipu Muslihat Putin

Selasa, 5 Juli 2022 | 13:12 WIB

10 Hari Lagi, Gaji ke-13 PNS Cair

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:03 WIB

Indonesia Raih Penghargaan Kependudukan dari PBB

Selasa, 14 Juni 2022 | 10:13 WIB
X