Majelis Ulama Indonesia Sebut Ka'bah Metaverse Tidak Bisa Untuk Berhaji, Namun Bisa Untuk Manasik

- Selasa, 8 Februari 2022 | 11:27 WIB
Logo Majelis Ulama Indonesia. MUI Kota Serang keberatan dengan SE Menteri Agama yang melarang kotak amal.  (mui.or.id)
Logo Majelis Ulama Indonesia. MUI Kota Serang keberatan dengan SE Menteri Agama yang melarang kotak amal. (mui.or.id)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi program metaverse yang di luncurkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Diketahui Arab Saudi meluncurkan program tersebut untuk bisa membuat umat muslim di dunia mengunjugi Ka'bah secara virtual dimana pada Desember 2021 yang lalu negara salah satu penghasil minyak terbesar di dunia tersebut telah melakukan diskusi untuk membawa Ka'bah  ke zaman metaverse.

Peristiwa metaverse disebut 'Inisiatif Batu Hitam Virtual' di mana pengguna dapat melihat Hajr Aswad secara virtual atau Hajar Aswad yang diletakkan di salah satu sudut Ka'bah yang terletak di Masjid Agung Mekah.

"Inisiatif ini memungkinkan umat Islam untuk mengalami Hajr Aswad secara virtual sebelum ziarah ke Mekah," kata pejabat Saudi dalam sebuah pernyataan saat mengumumkan inisiatif tersebut.

Baca Juga: Terbaik ke III Standar Pelayanan Publik se- Indonesia, Bupati Afrizal: Penghargaan Ini Harus Dipertahankan

Akan hal itu, Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Soleh menjelaskan bahwa kunjungan ke Ka'bah secara virtual tersebut bisa di lakukan oleh umat muslim Indonesia guna mengenalkannya sebelum nanti mengunjunginya secara nyata.

Asrorun berpendapat bahwa hal tersebut busa membantu calon jemaah haji dan umroh sebagai bentuk pelatihan mereka.

"Kunjungan virtual bisa dilakukan untuk mengenalkan sekaligus juga untuk persiapan, atau biasa disebut sebagai latihan manasik haji, sebagaimana latihan manasik di Asrama Haji Pondok Gede. Serta untuk explore secara faktual agar ada pengetahuan yang memadai sebelum pelaksanaan ibadah," ujar Asrorun Niam yang dikutip dari Detik.com , Selasa (8/2/2022).

Namun Asrorun menegaskan bahwa ibadah haji yang dilakukan melalui metaverse adalah tidak sah.

"Haji itu merupakan ibadah mahdlah, bersifat dogmatik, yang tata cara pelaksanaannya atas dasar apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi," tegas Niam.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: detik.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertalite Kritis, Masyarakat Diminta Berhemat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:37 WIB

LPSK Sebut Istri Fredy Sambo Kurang Kooperatif

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:06 WIB

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB
X