Ribut-Ribut Calon Kepala IKN, Ahok dan Risma Dianggap Cocok

- Jumat, 28 Januari 2022 | 17:56 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini   |  Pikiran Rakyat/Amir Faisol
Menteri Sosial Tri Rismaharini | Pikiran Rakyat/Amir Faisol

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Ribut-ribut tentang siapa yang dianggap paling cocok memimpin Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur terus terjadi.

Sekretaris Jenderal DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto menilai partainya tetap mempertimbangkan semua kader yang bakal diajukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Hanya saja, Hasto menilai PDI-P menginginkan Menteri Sosial sekaligus Ketua DPP PDI-P Tri Rismaharini untuk fokus terhadap tugasnya sebagai menteri yang tengah dijalani pada saat ini.

"Kalau Bu Risma memenuhi kualifikasi, namun beliau kan sudah punya tugas yang penting sebagai Mensos," kata Hasto dikutip dari Kompas.com, Jumat (28/1/2022). 

Hal tersebut disampaikan Hasto ketika ditanya soal kabar bahwa PDI-P mempertimbangkan Komisaris Utama PT Pertamina sekaligus kader partai, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ketimbang Risma. Hasto memahami bahwa sosok Risma memenuhi kualifikasi dengan apa yang dinyatakan Presiden Jokowi untuk memimpin IKN.

Baca Juga: Alasan PNS Tidak Produktif, Jokowi: Warisan Budaya Feodal

Diketahui, Presiden Jokowi mengisyaratkan bahwa pemimpin IKN paling tidak, pernah memimpin daerah dan punya latar belakang arsitek. Adapun Risma merupakan lulusan pendidikan sarjana di Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya pada 1987. 

Secara spesifik, Risma memang memenuhi syarat tersebut lantaran juga merupakan mantan Wali Kota Surabaya. Menurut Hasto, partainya tidak bermaksud hanya mempertimbangkan Ahok.

Namun, PDI-P tetap mempertimbangkan nama-nama lain yang sesuai dengan kriteria kualifikasi sebagai Kepala Otorita IKN. Nama-nama yang disebut Hasto yaitu dua kader PDI-P yakni mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Kompas

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X