YLKI Menilai Strategi Pemerintah dan Egoistik Masyarakat Menyebabkan Minyak Goreng Rp 14 Ribu Menjadi Langka

- Senin, 24 Januari 2022 | 16:35 WIB
Minyak Goreng (Ilustrasi) (Istimewa/Haluan Riau)
Minyak Goreng (Ilustrasi) (Istimewa/Haluan Riau)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai terjadinya perilaku panic buying oleh konsumen saat menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng sebesar Rp14.000 per liter selama enam bulan ke depan.

Hal ini lantaran banyak ditemukana masyarakat yang membeli minyak goreng dalam jumlah banyak.

Menurut YLKI, ini merupakan bentuk kesalahan strategi marketing pemerintah dalam membuat kebijakan publik. Dia menilai kegagalan pemerintah dalam membaca perilaku konsumen Indonesia.

Kemudian, dari sisi konsumen, perilaku panic buyin juga merupakan fenomena yang anomali dan cenderung sikap yang egoistik, hanya mementingkan kepentingannya sendiri.

Baca Juga: Polsek Rumbai Pesisir Ringkus Pengedar Sabu di Kampung Terendam

"Terkait hal ini, menurut keterangan Aprindo, stok minyak satu harga makin menipis. Seharusnya pemerintah membatasi pembelian, misalnya konsumen hanya boleh membeli 1 bungkus/satu liter saja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

YLKI menduga intervensi pemerintah dalam harga minyak goreng tidak akan efektif, sebab salah strategi.

"Tidak menukik pada hulu persoalan yang sebenarnya, yakni adanya dugaan praktik kartel di pasar minyak goreng," jelas Tulus.

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Okezone

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X