Ibu Kota Baru Otoriter, Tak Ada DPRD-nya

- Selasa, 18 Januari 2022 | 16:24 WIB
Pradesain istana negara di Ibu Kota Negara (IKN) baru
Pradesain istana negara di Ibu Kota Negara (IKN) baru

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - RUU Ibu Kota Negara (IKN) ditolak oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diusulkan pemerintah karena pemerintahan di ibu kota baru bakal berbentuk otorita berpotensi menjadi otoriter lantaran tak ada DPRD.

PKS menyatakan penolakannya dalam rapat tingkat panitia kerja (Panja) RUU IKN DPR pada Selasa dini hari (18/1), dikutip dari CNN Indonesia.

Fraksi PKS menilai ibu kota baru yang berbentuk otorita seperti diatur dalam RUU IKN bertentangan dengan UUD 1945. Menurut PKS, ibu kota baru pun tak sejalan dengan bentuk negara kesatuan seperti diatur Pasal 1 Ayat 1 dan Pasal 18 UUD 1945.

Tak ada pula penjelasan rinci dalam RUU IKN ihwal penyelenggaraan pemerintahan IKN dilakukan oleh otorita yang ditunjuk oleh presiden.

Baca Juga: Dugaan Suap Pengurusan Izin HGU di Kuansing, Masa Penahanan Andi Putra Kembali Diperpanjang

"Fraksi PKS memandang bahwa pembentuk undang-undang perlu mempertimbangkan kembali konsep penyelenggaraan pemerintahan IKN melalui kelembagaan Otorita IKN mengingat konstitusi Pasal 18 ayat(3) dan 18 ayat(4) UUD 1945 hanya mengenal kelembagaan Gubernur dan DPRD sebagai unsur pemerintahan daerah tingkat provinsi," kata Suryadi dari fraksi PKS.

"Fraksi PKS jelas menolak konsep ini karena penyelenggaraan pemerintahan daerah tanpa adanya kelembagaan DPRD tidak hanya bertentangan dengan ketentuan Pasal 18 ayat (3) UUD 1945 tetapi juga akan melahirkan otoritarianisme di Ibu Kota Negara," sambungnya.

Suryadi mengatakan ibu kota baru pun tak pernah tercantum dalam rencana pembangunan jangka panjang yang telah dirumuskan sebelumnya. 

"Rencana pemindahan Ibu Kota Negara mulai tahun 2024 juga tidak terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005 - 2025 yang ditetapkan di dalam UU No.17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 - 2025," tutur anggota fraksi PKSSuryadi Jaya Purnama.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X