Satgas Covid-19 Kaji Penggunaan Gelang Chip Monitor Untuk Para Karantina

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:27 WIB
Mobil ambulans keluar dari kompleks Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (3/1/2022), setelah mengantar pasien. RSDC merupakan salah satu fasilitas karantina dan perawatan bagi pasien yang terserang Omicron. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa)
Mobil ambulans keluar dari kompleks Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (3/1/2022), setelah mengantar pasien. RSDC merupakan salah satu fasilitas karantina dan perawatan bagi pasien yang terserang Omicron. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan kini sedang mengkaji tentang adanya penggunaan gelang yang mengandung chip untuk memonitoring orang-orang yang tengah melakukan karantina.

Hal tersebut menurut Kepala Sub Bidang Tracing, Koesmedi Priharto dilandasi oleh pemikiran bagaimana cara untuk mengatasi masalah karantina dan mencegah terjadi nya pemalsuan karantina ataupun adanya orang yang kabur.

Selama 2 tahun pandemi, pihaknya terus melakukan 3T untuk mencegah penularannya terjadi kemana-mana.

"Tentunya kita harus mulai berpikir yang tepat ya. Setelah dua tahun lebih kita menjalani semuanya, bahwa wabah itu kan kuncinya menemukan kasus secepatnya dan melakukan karantina, mencegah penularan ke mana-mana. Nah, masalah karantina itu selalu menjadi masalah, apapun juga bentuknya ada di sana, bisa dari orangnya, bisa sanak saudaranya, bisa temannya, bisa keluarganya, semua menjadi masalah di tempat itu," kata Koesmedi dalam diskusi yang disiarkan di YouTube MNC Trijaya FM, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga: Gabungan Brimob dan Polres Rohil Gelar Patroli Vaksinasi, Sasaran Masyarakat Tak Pakai Masker dan Belum Vaksin

Pihaknya juga saat ini tengah mengkaji penggunaan gelang chip tersebut dan mencari model yang bisa di terima dengan enak oleh orang-orang yang di karantina.

Koesmadi juga menjelaskan, pihak satgas juga tengah berdiskusi dengan PeduliLindungi untuk berkoordinasi tentang bisakah nantinya gelang chip tersebut terkoneksi dengan mereka dan tampa perlu ribet membawa Handphone kemana-mana.

"Kita juga akan mencoba bicara dengan Pedulilindungi. Kalau Pedulilindungi itu kan ditaruh di handphone, kan bisa ditinggal sama dia, kemudian dia pergi ke mana-mana, kita enggak bisa monitor dia. Berbeda Kalau chip dipasang di badan orang itu sendiri," ungkapnya.

Semuanya dilakukan oleh pihak satgas yang berkaca dari kasus selebgram Rachel Vennya yang diduga kabur dari lokasi karantina.

Baca Juga: Etika Bisnis Dalam E -Commerce Pada Merek Dagang

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: detik.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X