Komnas HAM Tolak Hukuman Mati Herry Wirawan

- Kamis, 13 Januari 2022 | 09:32 WIB
Herry Wirawan, pelaku pencabulan 12 Santriwati sekaligus pemilik Pemilik dan Pengurus Pondok Pesantren Pondok Tahfiz Al-Ikhlas, Yayasan Manarul Huda Antapani & Madani Boarding School Cibiru,Bandung. (Istimewa)
Herry Wirawan, pelaku pencabulan 12 Santriwati sekaligus pemilik Pemilik dan Pengurus Pondok Pesantren Pondok Tahfiz Al-Ikhlas, Yayasan Manarul Huda Antapani & Madani Boarding School Cibiru,Bandung. (Istimewa)

HALUARNIAU.CO, NASIONAL - Terdakwa kasus perkosaan 13 santri di Bandung, Herry Wirawan dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Terkait dengan tuntutan tersebut, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan tidak setuju denagn hukuman mati tersebut.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan hukuman tersebut bertentangan dengan prinsip HAM.

"Komnas HAM tidak setuju penerapan hukuman mati karena bertentangan dengan prinsip HAM," kata Beka dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (12/1).

Baca Juga: Dewan soal IPAL Pekanbaru: Pemko Disalahkan padahal Kontraktor Tidak Becus

Beka menyebut Harry patut dihukum seberat-beratnya. Apalagi, kata Beka, kejahatan seksual tersebut dilakukan ke banyak orang dan sebagian masih anak-anak.

Namun, menurutnya, Harry tidak harus dihukum mati. Ia menjelaskan, hak hidup merupakan hak yang tidak bisa dikurangi dalam situasi apa pun (non derogable rights).

"[Alternatif hukuman] bisa dihukum seumur hidup," usulnya.

Sebelumnya, Herry Wirawan dituntut hukuman mati oleh JPU. Herry dinyatakan bersalah telah melakukan tindakan pencabulan tersebut terhadap belasan anak didiknya.

"Dalam tuntutan kami, pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai bukti komitmen kami memberi efek jera pada pelaku atau pada pihak-pihak lain yang akan melakukan kejahatan (seksual)," ucap Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N Mulyana usai persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung, Selasa (11/1).

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIP Jawa Barat Rekomendasikan Arteria Dahlan Dipecat

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:49 WIB
X