Awal Tahun 2022, Mau Ngerokok Harus Ngerogoh Kocek Segini!

- Jumat, 31 Desember 2021 | 16:52 WIB
Ilustrasi (Geralt on Pixabay)
Ilustrasi (Geralt on Pixabay)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Apa yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers (13/12/2021) mengenai naiknya harga jual rokok selaras naiknya bea cukai sebesar 12%, mulai besok (1/1/2022) resmi diberlakukan.

"Presiden meminta kita jalankan pada 1 Januari 2022," ujar Sri Mulyani saat mengadakan konferensi pers 13 Desember lalu.

Kenaikan harga jual rokok tersebut termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris.

Kenaikan harga rokok tersebut diputuskan dengan mempertimbangkan empat hal, yaitu pengendalian konsumsi rokok, tenaga kerja, penerimaan negara, dan pengawasan barang ilegal.

Baca Juga: Dua Penyuap Mantan Kades Sering Pelalawan Dituntut 15 Bulan Penjara

Pemerintah meyakini kebijakan kenaikan cukai tepat untuk dijalankan termasuk untuk mengendalikan konsumsi rokok dimana rokok diklaim dapat memperburuk  kesehatan terlebih terhadap pasien COVID-19.

Lebih rinci, berikut adalah harga jual eceran (HJE) rokok per batang, di tahun 2022:

Golongan Sigaret Kretek Mesin (SKM):

  1. SKM I:  Rp 1.905, tarif cukai Rp 985 (naik 13,9 persen)
  2. SKM IIA:  Rp 1.140, tarif cukai Rp 600 (naik 12,1 persen)
  3. SKM IIB:  Rp 1.140, tarif cukai Rp 600 (naik 14,3 persen)

Golongan Sigaret Putih Mesin (SPM):

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertalite Kritis, Masyarakat Diminta Berhemat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:37 WIB

LPSK Sebut Istri Fredy Sambo Kurang Kooperatif

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:06 WIB

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB
X