HALUANRIAU.CO, NASIONAL - PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin Pertalite dengan nilai oktan 90 (RON 90) masih akan dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada 2022 mendatang.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan bahwa pada tahun depan perseroan masih akan menjual Pertalite di pasaran. Hal ini sebagai salah satu cara perseroan agar masyarakat bertransisi ke BBM yang lebih ramah lingkungan, dan pada akhirnya bisa berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.
"Pertalite masih ada di pasar, tapi kami mendorong untuk menggunakan yang lebih baik atau Pertamax agar kita bisa berkontribusi terhadap penurunan karbon emisi," ungkapnya di Istana Wakil Presiden, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (28/12/2021).
Menurutnya, kini kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM yang lebih berkualitas dan lebih ramah lingkungan semakin tinggi. Terlihat dari penyerapan bensin Premium oleh masyarakat yang semakin menurun dan emisi karbon yang bisa semakin ditekan.
Baca Juga: Pendowo Jati Riau Rangkul Pelaku Usaha Melalui Koperasi
"Kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan ini meningkat. Selama Juni 2020 sampai dengan hari ini karbon emisi yang berhasil kita turunkan adalah 12 juta ton CO2 ekuivalen," tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok mengungkapkan bahwa bensin Premium direncanakan pada 2022 akan ditiadakan, namun bensin Pertalite masih akan tetap ada.
"Tergantung pemerintah (penghapusan Premium). Intinya Pertalite ada di tahun depan," ungkap Ahok kepada CNBC Indonesia, Senin (27/12/2021).
Berdasarkan data Pertamina, penjualan Premium pada Oktober 2021 juga hanya tinggal 2% dibandingkan total penjualan BBM perseroan.
Baca Juga: Dandim 0314 Inhil Bersilaturahmi ke Kantor Kesbangpol
Adapun kontribusi terbesar yakni Pertalite dengan porsi sebesar 50%, kemudian disusul gasoil (diesel/Solar) sebesar 33%, kemudian Pertamax (RON 92) 13%, dan Pertamax Turbo 1%.
Sejak diluncurkan pada 2015, Pertalite mampu menyaingi penjualan Premium hanya dua tahun setelahnya, yakni pada 2017.
Sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah menyusun road map BBM ramah lingkungan, di mana nantinya Pertalite juga akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.
"Dengan road map ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax," ujarnya melalui siaran resmi, seperti dikutip Kamis (23/12/2021).
Artikel Terkait
Mesin Kompresi Kendaraan Modern Baiknya Gunakan BBM Dengan Oktan Tinggi
BBM Langka di Pekanbaru, Benarkah Akibat PPKM?
BBM Langka di Pekanbaru Bikin Jalanan Macet, Sekuriti: Udah Sebulan Seperti Ini
Curiga Kelangkaan BBM Akibat Penyelewengan, Pengamat: Mungkin Solar Diselundupkan ke Luar Negeri
Baru Tau Kelangkaan BBM di Riau, Mentri ESDM: Kenapa Sampai Kekurangan, Apa Bocor?
Diduga Sebabkan Kelangkaan BBM, Polda Ungkap Permainan Oknum SPBU di Bengkalis
Pertamina Akui Ada Penimbun BBM hingga Sebabkan Kelangkaan
Minyak Dunia Melonjak, Mamit Setiawan Usulkan Pertamina Naikkan Harga BBM Rp 1500 per Liter
Teguh Wibowo Serahkan Barang Rampasan Negara Kejari Pekanbaru Perkara Pencucian Uang BBM Ilegal di Batam
Tunggu Perpres, Tahun Depan BBM Jenis Premium Resmi Hilang dari Indonesia