Jokowi Dorong Hukuman Kebiri untuk Herry Wirawan

- Selasa, 14 Desember 2021 | 17:18 WIB
Jokowi. (Instagram/@mahasiswa_universitasriau)
Jokowi. (Instagram/@mahasiswa_universitasriau)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Presiden Joko Widodo disebut mendorong agar Herry Wirawan mendapat hukuman tambahan, yakni kebiri.

Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga yang menyatakan kasus perkosaan pimpinan pondok pesantren (ponpes) bernama Herry Wirawan (36) terhadap belasan santriwati di Bandung, Jawa Barat, mendapatkan perhatian Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Tak hanya itu, pihaknya mendorong hukuman kebiri bisa diberikan bagi HW yang saat ini menjadi terdakwa perkara yang ditangani Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung tersebut.

"Tentunya terkait kasus ini, Bapak Presiden memberikan perhatian khusus. Saya hadir sejak kemarin di Jawa Barat ini, walau kita tahu penanganan kasus ini sudah ditangani sangat baik oleh teman-teman di daerah dan jajarannya, Bapak Presiden meminta kita agar bagaimana negara hadir dengan memberikan tindak tegas salah satunya akan dikawal Bapak Kejati," kata Bintang dalam jumpa pers di Bandung, Selasa (14/12).

Baca Juga: Pekanbaru Belum Bisa Gelar Vaksinasi untuk Anak-Anak

Bintang mengaku telah bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah para santri korban asusila yang dilakukan HW. Menurutnya, psikis para korban sudah mulai pulih dari tekanan dan sebagian sudah mulai bersekolah.

Namun, setelah kasus ini viral, beberapa korban kembali trauma. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengawal dan memberikan pendampingan terbaik pada korban.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk berkoordinasi lintas sektor dan syukurnya bapak kejati bertindak cepat atas penanganan kasus ini. Untuk pemenuhan dasar hak-hak korban jadi tanggung jawab kita bersama," tuturnya.

Menurut Bintang, kasus pencabulan yang belakangan ramai di Bandung merupakan kejahatan yang luar biasa dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Terdakwa HW tidak cuma melakukan tindakan asusila, tetapi juga terindikasi ada eksploitasi dan penyalahgunaan dana bantuan.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dubes Ukraina Ingatkan Ri Tipu Muslihat Putin

Selasa, 5 Juli 2022 | 13:12 WIB

10 Hari Lagi, Gaji ke-13 PNS Cair

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:03 WIB
X