Kasus Sengketa Tanah Bermunculan di Daerah yang akan Menjadi Ibu Kota Negara Indonesia yang Baru

- Sabtu, 11 Desember 2021 | 14:45 WIB
Jokowi tinjau wilayah yang akan menjadi Ibu Kota Negara Baru Indonesia  (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Jokowi tinjau wilayah yang akan menjadi Ibu Kota Negara Baru Indonesia (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

HALUANRIAU.CO, MASIONAL - Keputusan pemerintah untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, tepatnya Kecamatan Sepaku, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), munculkan sejumlah sengketa tanah.

"Tidak hanya jual beli tanah, kasus gugatan pertanahan juga bermunculan setelah Sepaku ditetapkan lokasi IKN," ujar Ketua Pengadilan Negeri Penajam Kelas II Kabupaten Penajam Paser Utara Yohanes Fransiscus Tri Joko Gantar Pamungkas, Jumat (10/12/2021).

Kasus gugatan atas tanah yang tidak memiliki legalitas banyak bermunculan khususnya di wilayah yang berdekatan dengan lokasi ibu kota negara.

Dari status tanah yang awalnya tidak jelas, sejak 2020 banyak masyarakat yang mengklaim tanah yang tidak memiliki legalitas tersebut.

"Gugatan pertanahan mulai bermunculan terutama di daerah yang saat ini menjadi calon ibu kota negara baru di wilayah Sepaku," ujar Tri Joko.

Baca Juga: Memphis Depay Cidera, Barcelona Kembali Terkena Kutukan Sektor Penyerang

Diketahui, saat ini Pengadilan Negeri Penajam Kelas II banyak tangani perkara sengketa tanah semenjak Kecamatan Sepaku menjadi wilayan IKN Indonesia yang baru.

Padahal, sebelumnya masyarakat tidak mempedulikan legalitas tanah seperti sertifikat dan lain sebagainya.

"Sekarang banyak masyarakat yang mulai saling mengklaim tanah yang awalnya tidak jelas di beberapa tempat menjadi milik mereka, itu bermunculan," katanya pula.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Indozone.id

Tags

Terkini

Dubes Ukraina Ingatkan Ri Tipu Muslihat Putin

Selasa, 5 Juli 2022 | 13:12 WIB

10 Hari Lagi, Gaji ke-13 PNS Cair

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:03 WIB
X