China 'Senggol' Kedaulatan Indonesia dengan Minta Pengeboran Minyak di Natuna Utara Dihentikan

- Kamis, 2 Desember 2021 | 18:16 WIB
Ilustrasi kapal perang RI sedang melakukan latihan (Instagram/Koarmada2)
Ilustrasi kapal perang RI sedang melakukan latihan (Instagram/Koarmada2)

Menurut analisis data identifikasi kapal dan citra satelit oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) selama empat bulan ke depan, kapal China dan Indonesia saling membayangi di sekitar ladang minyak dan gas, sering kali datang dalam jarak 1 mil laut satu sama lain.

Data dan gambar yang ditinjau oleh AMTI dan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), sebuah wadah pemikir independen yang berbasis di Jakarta, menunjukkan sebuah kapal penelitian China, Haiyang Dizhi 10, tiba di daerah tersebut pada akhir Agustus, menghabiskan sebagian besar dari tujuh minggu berikutnya.

Kapal itu bergerak lambat dalam pola grid Blok D-Alpha yang berdekatan.

Menurut studi pemerintah Indonesia diperkirakan cadangan minyak dan gas di perairan blok Natuna yang diperebutkan itu bernilai $500 miliar.

"Berdasarkan pola pergerakan, sifat, dan kepemilikan kapal, sepertinya sedang melakukan survei ilmiah terhadap cadangan D-Alpha," kata Jeremia Humolong, peneliti di IOJI.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: riaumandiri.co

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X