China 'Senggol' Kedaulatan Indonesia dengan Minta Pengeboran Minyak di Natuna Utara Dihentikan

- Kamis, 2 Desember 2021 | 18:16 WIB
Ilustrasi kapal perang RI sedang melakukan latihan (Instagram/Koarmada2)
Ilustrasi kapal perang RI sedang melakukan latihan (Instagram/Koarmada2)

Latihan tersebut, yang melibatkan 4.500 tentara dari Amerika Serikat dan Indonesia, telah menjadi kegiatan rutin sejak 2009.

Ini merupakan protes pertama China terhadap Indonesia.

"Dalam surat resmi mereka, pemerintah China mengungkapkan keprihatinan mereka tentang stabilitas keamanan di daerah itu," kata Farhan.

Baca Juga: Gedung Cyber 1 Terbakar, Puluhan Mobil Pemadam Diterjunkan ke Lokasi

Dalam beberapa hari setelah rig semi-submersible Noble Clyde Boudreaux tiba di Blok Tuna di Laut Natuna untuk mengebor dua sumur minyak potensial pada 30 Juni.

Saat itu sebuah kapal Penjaga Pantai China langsung bereaksi berada di lokasi, menurut data pergerakan kapal. Langkah itu ditanggapi oleh kapal TNI AL yang menjaga lepas pantai Indonesia.

Kementerian luar negeri China mengatakan keberadaan kapal Penjaga Pantai China cuma melakukan kegiatan patroli normal di perairan di bawah yurisdiksi China.

Mereka tidak menanggapi pertanyaan tentang komunikasi dengan Indonesia selama pengeboran.

Sementara itu Kementerian pertahanan China menolak untuk berkomentar.

Baca Juga: 7 Tersangka Jadi Tersangka Pengancam terhadap Agung Nugroho, 2 Orang Langsung Ditahan

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: riaumandiri.co

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X