Simak Vaksin yang Diakui Pemerintah Arab Saudi agar Tak Perlu Dikarantina

- Selasa, 30 November 2021 | 14:02 WIB
Masjidil Haram (Alymo on Pixabay)
Masjidil Haram (Alymo on Pixabay)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Per tanggal 1 Desember 2021 mendatang, Arab Saudi izinkan warga negera dari Indonesia dengan aturan tertentu.

Dukutip dari Indozone, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Arab Saudi telah mengeluarkan aturan atau ketentuan bagi jemaah yang ingin melaksanaan umrah.

Pertama, kata Yaqut, jemaah umrah yang divaksin dengan merek yang diakui pemerintah Arab Saudi tidak perlu menjalani karantina.

Pemerintah Arab Saudi sendiri mengakui jenis vaksin Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson&Johnson.

"Bagi jemaah umrah yang datang dari luar dengan menggunakan visa umrah, dan telah disuntik dengan vaksin yang diakui oleh kerajaan Arab Saudi dengan dosis lengkap dibolehkan langsung melaksanakan umrah dan tidak diberlakukan penerapan karantina," ungkap Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Polisi Berlakukan Crowd Free Night Cegah Kerumunan Pada Malam Tahun Baru di Jakarta

Disebutkan Yaqut, bagi jemaah umrah vaksin yang diakui WHO perlu melakukan karantina selama 48 jam atau dua hari. Calon jemaah perlu menjalani tes PCR dan setelah dinyatakan negatif dibolehkan untuk melaksanakan umrah.

"Kemudian jamaah umroh yang telah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui WHO diberlakukan karantina tiga hari dan dalam masa karantina itu selama 48 jam akan dilakukan tes PCR dan setelah dinyatakan negatif langsung dibolehkan melaksanakan umroh," tutur Yaqut.

Lebih lanjut, Menag Yaqut menerangkan bila nantinya jemaah umrah hanya melalui bandara Soekarno-Hatta. Di mana sebelumnya mereka menjalani skrining protokol kesehatan di asrama haji Pondok Gede, Jakarta.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Indozone.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIP Jawa Barat Rekomendasikan Arteria Dahlan Dipecat

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:49 WIB
X