Larang Ekspor Bijih Nikel, Jokowi: Kalau Ingin Nikel Silahkan Datang Bawa Pabriknya

- Kamis, 25 November 2021 | 17:53 WIB
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (setneg.go.id)
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (setneg.go.id)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Larangan ekspor bijih nikel yang dilakukan pemerintah Indonesia sejak awal 2020 lalu berujung pada gugatan yang dilayangkan oleh Uni Eropa ke World Trade Organization) WTO.

Dalam gugatannya, Uni Eropa beranggapan kebijakan Indonesia ini melanggar Article XI GATT tentang komitmen untuk tidak menghambat perdagangan.

Tanggapi tudingan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan larangan tersebut bukan berarti Indonesia hendak mengganggu produksi negara lain. 

Aturan tersebut diberlakukan oleh pemerintah agar negara yang membutuhkan nikel dari Indonesia membangun pabrik serta teknologinya ke Indonesia.

Baca Juga: Rektorat UNRI Bentuk Tim Satgas Antisipasi Terjadinya Pelecehan Seksual di Kampus

"Kita terbuka, tidak tertutup. Silahkan kalau ingin nikel RI. Silahkan datang. Bawa pabrik ke Indonesia, bawa industrinya, bawa teknologinya ke Indonesia," kata Presiden Jokowi, Rabu (24/11/2021).

Jokowi mengatakan, jika negara Eropa membangun pabrik di Indonesia, mereka bisa mengolah nikel tersebut menjadi barang setengah jadi atau malah barang jadi.

"Dikerjakan tidak sampai barang jadi tidak apa apa kok. Misalnya nanti baterai dikerjakan di sana, tidak apa-apa. Mobilnya di sana tidak apa-apa. Tapi lebih baik kalau dikerjakan di sini, kita tidak tertutup," tuturnya.

Menurut Jokowi, hal ini demi menciptakan lapangan kerja skala besar di Indonesia.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Indozone.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebanyak 1.826 Prajurit TNI Terinfeksi HIV-AIDS

Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:02 WIB
X