Menduduki posisi 65 dari 113 Negara, Indonesia Disebut Kemendes PDTT Krisis Pangan

- Rabu, 3 November 2021 | 11:35 WIB
Gus Halim (kemendesa.go.id)
Gus Halim (kemendesa.go.id)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Data terbaru GFSI melaporkan Indonesia menduduki posisi ke-65 dari 113 negara.

Posisi tersebut menyebutkan Indonesia dalam masa krisis pangan di Global Food Security Index.

Ketertinggalan posisi Indonesia dalam konteks ketahanan pangan tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Posisi keempat negara tersebut pasalnya jauh dari tangga pencapaian Indonesia yaitu di urutan 20, 43, 51, dan 63.

Menyadari ketertinggalan posisi, Kemendes PDTT tidak tinggal diam. Pihaknya bersama tim luncurkan ide Desa Peternakan Terpadu.

Baca Juga: Karena Gagal Jantung, Artis Hanna Kirana Meninggal Dunia

Desa peternakan terpadu diharapkan oleh Kemendes PDTT Abdul Halim Iskandar sebagai solusi dari masalah ketersediaan pangan berupa daging.

“Posisi Indonesia dalam Indeks Ketahanan Pangan Global (Global Food Security Index) 2020 mengalami penurunan. Bahkan posisi kita jauh dibawah negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Bahkan kita kalah dengan Thailand dan Vietnam. Maka kehadiran Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan ini menjadi salah terobosan agar ketahanan pangan kita membaik,” jelas Gus Halim (2/11/2021) dikutip dari kemendesa.go.id.

Gus Halim membentuk Desa Peternakan Terpadu disebabkan desa mampu menjadi penyokong yang berpotensi dalam ketersediaan daging baik sapi, kambing, hingga ayam.

Sehingga program Desa Peternakan Terpadu akan melibatkan banyak pihak untuk bisa memacu posisi Indonesia kedepannya
dalam GFSI mendatang.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertalite Kritis, Masyarakat Diminta Berhemat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:37 WIB

LPSK Sebut Istri Fredy Sambo Kurang Kooperatif

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:06 WIB

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB
X