Mahasiswa UNS Meninggal Saat Diklatsar Menwa, Tanda Pendidikan ala Militer Perlu Dihentikan?

- Senin, 25 Oktober 2021 | 17:36 WIB
llustrasi (Pixabay/ Ijcor)
llustrasi (Pixabay/ Ijcor)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Keluarga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Menwa pada Ahad (24/10) lalu mengizinkan jenazah korban dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Meninggalnya hari Minggu, sore atau malam mungkin ya. Tanggal 23 masih berkegiatan," kata Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, Senin (25/10) dikutip dari Republika.

Kegiatan Diklatsar Menwa dimulai sejak Sabtu (23/10) sampai 31 Oktober mendatang dengan peserta 12 orang. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan kampus dan Jembatan Jurug.

Korban merupakan mahasiswa jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi UNS asal Kabupaten Karanganyar.

Sutanto menyatakan, berdasarkan agenda yang dia terima dari panitia, kegiatan Diklatsar lebih banyak aktivitas fisik.

Sutanto menjelaskan, menurut informasi dari panitia, korban tidak memiliki gejala maupun riwayat penyakit khusus. Hanya korban mengeluhkan kakinya kram saat kegiatan.

Selanjutnya, korban diistirahatkan di dalam ruangan dan didampingi oleh panitia. Sedangkan peserta lainnya tetap melanjutkan kegiatan. Sebelumnya, korban juga sempat mengikuti kegiatan rapling (menuruni tali) di Jembatan Jurug lama. Setelah itu, korban sempat dibawa ke rumah sakit.

"Dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan mungkin sudah (meninggal). Kalau kejadian seperti apa kami akan menunggu autopsi, kita buka bersama-sama kejadian yang sesungguhnya seperti apa," imbuhnya.

Baca Juga: Puluhan Juta Warga Afghanistan Terancam Kelaparan, Taliban Tak Mampu Bayar Gaji Pegawai

Menurutnya, sejak Ahad malam Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Rohman Agus Pratomo, beserta Pembina Menwa berada di RSUD dr Moewardi bersama keluarga korban.

Setelah adanya persetujuan dari keluarga, jenazah korban akhirnya dilakukan autopsi. Saat ini, proses autopsi masih dilakukan di RSUD dr Moewardi. Proses autopsi juga melibatkan dokter dari RS Bhayangkara.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebanyak 1.826 Prajurit TNI Terinfeksi HIV-AIDS

Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:02 WIB
X