Cerita Masinis Tragedi 19 Oktober 1987 Kereta Api Bintaro

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:46 WIB
Slamet, masinis KA Bintaro (Youtube)
Slamet, masinis KA Bintaro (Youtube)

Akibatnya terjadi tabrakan antara KA 225 dan KA 220.

Slamet yang terkena benturan lokomotif dan serpihan kaca pada seluruh wajahnya dengan posisi setengah sadar mencoba keluar setelah tabrakan tersebut.

Sesampainya ia di luar, dirinya langsung dibawa oleh seorang wanita ke rumah sakit dengan mobil.

Baca Juga: Nikita Mirzani Berharap Rachel Vennya di Penjara

Slamet yang sebelumnya dibawa ke RS Pelni terpaksa ke RS Cipto Mangunkusumo karena penuh.

Saat kejadian tersebut, PTP Slamet masih berada di kantongnya dan ia minta untuk di fotokopi sebagai bukti, dirinya tidak bersalah.

Nasib buruk menimpa Slamet, PTP yang ia miliki ternyata tidak menyelamatkan dirinya dari hukuman penjara.

Padahal hakim telah membenarkan di persidangan, Slamet sama sekali tidak keluar dari kereta api saat tabrakan.

Hakim menyebutkan bahwa bercak darah di PTP adalah bukti bahwa Slamet tidak melarikan diri saat tragedi.

Tidak sesuai dengan bayangan Slamet, setelah dirawat tiga bulan lebih di RS dirinya dikecam untuk mengaku bahwa memang dirinya membawa kereta api sendiri.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presidensi G20 2023 Resmi Diserahkan ke India

Rabu, 16 November 2022 | 14:59 WIB

Kelamin Bocah Terjepit Resleting, Damkar Turun Tangan

Selasa, 18 Oktober 2022 | 19:58 WIB
X