Cerita Masinis Tragedi 19 Oktober 1987 Kereta Api Bintaro

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:46 WIB
Slamet, masinis KA Bintaro (Youtube)
Slamet, masinis KA Bintaro (Youtube)

Banyak media yang memberitakan bahwa Slamet adalah penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

Dalam video berdurasi 16 menit lebih, dirinya mengungkapkan sebuah kebenaran atas tragedi kecelakaan tersebut.

Slamet mengaku, dirinya sudah mengikuti aturan kereta api sebelum berangkat membawa KA 225.

KA 225 diberangkatkan dari Sudimara oleh PPKA dengan syarat pemberangkatan telah terpenuhi (Sinyal aman, Semboyan 40 dan 41 telah diberikan).

Sebab itu Slamet membunyikan semboyan 35 (klakson lokomotif) dan kereta berangkat menuju Kebayoran.

Sesampainya Slamet di pintu lintasan Pondok Bitung, muncul KA 220 dari arah Kebayoran. Padahal sebelum berangkat Slamet telah mendapatkan PTP.

Padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda bahaya dari sinyal, apabila terjadi bahaya atau ada kereta api dari arah berlawanan maka sinyal akan digerak-gerakan naik turun agar terlihat masinis untuk menghentikan keretanya.

PTP adalah izin yang memberikan akses laju kereta api yang aman dan tidak ada KA lain dari arah berlawanan.

Namun, tiba-tiba tak berselang lama mbah slamet melihat ada kereta api dari arah berlawanan dan berusaha melakukan pengereman tetapi tidak berhasil karena jarak terlalu dekat.

"Menurut saya, KA saya 225 ditabrak oleh KA 220, tidak bisa berhenti karena jaraknya terlalu dekat, tidak bisa menyelamatkan KA saya," ucap Slamet.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presidensi G20 2023 Resmi Diserahkan ke India

Rabu, 16 November 2022 | 14:59 WIB

Kelamin Bocah Terjepit Resleting, Damkar Turun Tangan

Selasa, 18 Oktober 2022 | 19:58 WIB
X