Banyak Masjid di Indonesia Langgar Aturan Pengeras Suara?

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:11 WIB
 Baku Tingkat Kebisingan, lampiran Kepmen LH Nomor 48 Tahun 1996 (istimewa)
Baku Tingkat Kebisingan, lampiran Kepmen LH Nomor 48 Tahun 1996 (istimewa)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Media massa internasional tengah menyoroti suara azan di Jakarta.

Pasalnya, ada warga pengidap gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang terganggu bising suara pengeras dari masjid.

Sebenarnya bagaimanakah aturan pengeras suara masjid di Indonesia?

Pemerintah sudah punya peraturan kebisingan maksimal dari tempat ibadah. Aturan itu ada dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.

Kepmen tentang Baku Tingkat Kebisingan ini diteken Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja pada 25 November 1996.

Baca Juga: Terancam Disanksi, Menpora Pastikan MotoGp Sirkut Mandalika Aman

"Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan," demikian definisi kebisingan di Pasal 1.

Tingkat kebisingan diukur dengan satuan desibel (dB). Baku tingkat kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan.

Baku tingkat kebisingan atau batas maksimal kebisingan diatur dalam lampiran Kepmen ini. Baku tingkat kebisingan dibagi-bagi berdasarkan kategori-kategorinya.

"Tempat ibadah atau sejenisnya 55 dB," demikian diatur dalam Kepmen ini.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sandiaga Uno: Bantuan Rp. 50 juta per UMKM

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:48 WIB

Analis Politik Anggap Ma'ruf Amin Cuma Ban Serep?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:23 WIB

Banyak Kasus, Berikut Cara Cek Legalitas Pinjol

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:27 WIB
X