Anggaran Pembangunan Membengkak, Presiden Jokowi Akhirnya Pakai APBN Danai Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:57 WIB
Ilustrasi kereta cepat. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa menggunakan APBN sudah masuk 'jebakan' China. (Pixabay/Peter Wieser)
Ilustrasi kereta cepat. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa menggunakan APBN sudah masuk 'jebakan' China. (Pixabay/Peter Wieser)

HALUANRIAU.CO, NASIONAL - Biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hasil kerjasama Cina dan Indonesia kini mengalami pembengkakan hingga Rp. 27 triliun.

Pembengkakan tersebut akhirnya membuat Presiden Jokowi memberikan persetujuan untuk menggunakan APBN dalam pendanaan proyek tersebut yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2021 yang ditandatangai pada 6 Oktober 2021.

Pada awal proyek tersebut ditahun 2015, seperti dikutip dari Pikiran Rakyat yang berjudul Jokowi Akhirnya Pakai APBN untuk Danai Proyek Kereta Cepat, Said Didu: Sudah Dipaksa China, Presiden Jokowi meembuat kebijakan untuk tidak menggunakan dana APBN dalam proyek tersebut sehingga Jokowi mengambil kebijakan lanjutan dimana proyek tersebut diserahkan kepada BUMN untuk pendekatan bisnis ke bisnis.

Namun belum juga proyek tersebut selesai, biaya pembangunan tersebut mengalami pembengkakan hingga Rp. 27 triliun.

Melihat hal tersebut akhirnya Presiden luluh dan mengizinkan untuk menggunakan dana APBN.

Baca Juga: Pencabutan No Urut Calon Kepala Kampung Perawang Barat, Sofian Berharap No 3, Wahyudi Nomer Ganjil

Pengamat Analis Kebijakan Publik, Said Didu mengungkapan pandangan terkait kebijakan presiden tersebut.

“Rakyat harus pahami uangnya itu yang dipakai, yang awalnya presiden menyatakan ‘saya tidak mau pakai uang rakyat’, tapi sudah dipaksa oleh China untuk memakai uang rakyat,” katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal Youtube MSD.

Said Didu mengatakan bahwa Pemerintah terpaksa menggunakan APBN, karena ‘hasutan’ dari China.

“Terpaksa Pemerintah, karena China juga pinter ‘ya kau mudah terjebak, maka keluarkan dong uang kamu. Maka ambillah uang rakyat itu untuk membantu proyek ini’,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LPSK Sebut Istri Fredy Sambo Kurang Kooperatif

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:06 WIB

Perdana, AHM Hadirkan Program Vokasi Berbasis TEFA

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:55 WIB
X