Muktamar ke-34 NU Mendatang, UAS dan Gus Baha Berpeluang Lengserkan Said Aqil

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 13:15 WIB
Kolase foto KH Said Aqil, UAS, Gus Baha. KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dan Ustaz Abdul Somad alias UAS dikabarkan berpotensi menggeser Said Aqil Siradj di perburuan ketua umum PBNU pada Mukatamar ke-34 NU di Lampung Desember 2021 nanti. (PikiranRakyat)
Kolase foto KH Said Aqil, UAS, Gus Baha. KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dan Ustaz Abdul Somad alias UAS dikabarkan berpotensi menggeser Said Aqil Siradj di perburuan ketua umum PBNU pada Mukatamar ke-34 NU di Lampung Desember 2021 nanti. (PikiranRakyat)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Dalam ajang perburuan jabatan ketua umum PBNU pada Muktamar ke-34 NU di Lampung Desember 2021 mendatang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dan Ustaz Abdul Somad alias UAS dikabarkan berpotensi menggeser Said Aqil Siradj.

Dikutip dari rembangbicara.pikiran-rakyatcom, Gus Baha masuk bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indostrategic.

Kemudian hasil survei pun mencatat jika Gus Baha menduduki posisi keempat dengan persentase 12,4 persen.

Ulama muda asal Rembang itu menempel ketat posisi Ketum PBNU yang sekarang, KH Said Aqil Siradj yang ada di urutan ketiga.

Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam menjelaskan, jika posisi teratas untuk sementara ditempati Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar.

Selanjutnya pada urutan kedua ada nama KH Hasan Mutawakkil Alallah mendapat 22,2 persen, yang juga punya kesempatan menggeser Said Aqil.

"Calon Ketum PBNU di posisi pertama KH Marzuki Mustamar dengan dukungan tertinggi sekitar 24,7 persen. KH Said Aqil Siraj 14,8 persen yang juga incumbent. Lalu KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha mendapat 12,4 persen," kata Umam.

Baca Juga: Panggil Damkar karena ATM Masuk Got, Netizen: Solusinya Ganti Gubernur, Anies Baswedan

Nama Gus Baha, kata Umam menjadi sinyal kuat adanya ekspektasi warga Nahdliyin pada peran kepada kiai muda.

Gus Baha dinilai sebagai jawaban atas tradisi intelektual pesantren yang sempat luntur.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RI Ambil Alih Kendali Udara di Natuna dari Singapura

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:34 WIB
X