Kemenkes Resmi Tetapkan Vaksinasi Bagi Penyintas Covid-19 Gejala Ringan

- Rabu, 29 September 2021 | 20:12 WIB
Ilustrasi pencegahan penularan virus Covid-19. (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi pencegahan penularan virus Covid-19. (Pixabay/mohamed_hassan)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Kabar baik bagi para penyintas atau orang yang telah sembuh dari Covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pemerintah telah resmi mengeluarkan aturan yang berkaitan dengan hal tersebut.

Berdasarkan Surat Edaran HK.02.01/I/2524/2021 yang ditandatangani oleh Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu pada Rabu (29/9/2021), vaksinasi dibagi menjadi dua kategori.

Baca Juga: Laksanakan Operasi Patuh Lancang Kuning, Polres Kuansing Beri Sembako ke Warga

Pertama, penyintas dengan kategori keparahan penyakit ringan sampai sedang dapat menerima vaksinasi dengan jarak waktu minimal 1 bulan setelah dinyatakan sembuh.

Sementara untuk aturan berbeda diberikan kepada penyintas yang saat terinfeksi Covid-19 masuk dalam tingkat penyakit berat.

"Penyintas dengan derajat keparahan penyakit yang berat, vaksinasi diberikan dengan jarak waktu minimal 3 bulan setelah dinyatakan sembuh," tertulis dalam SE tersebut.

Perihal jenis vaksin yang akan digunakan pada vaksinasi bagi penyintas ini menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan yang melakukan pemberian vaksinasi.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kalian Penerima LPDP Sejatinya Berutang kepada Negara dan Berprivilege

Sedangkan aturan sebelumnya para penyintas baru dapat divaksinasi minimal setelah 3 bulan usai sembuh. Pada saat itu tak ada aturan yang menjelaskan terkait tingkat keparahan penyakit yang dialami.

Hal ini disebabkan oleh orang yang telah terinfeksi sebelumnya pasti akan memiliki antibodi terhadap virus corona secara alami. Sehingga vaksin diprioritaskan bagi mereka yang belum punya antibodi sama sekali.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Malang Larang Daging Anjing Diperjualbelikan

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:20 WIB

Ibu Kota Baru Otoriter, Tak Ada DPRD-nya

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:24 WIB
X