Lagi! Perusahaan Pelat Merah Terindikasi Korupsi, Erick Thohir: Kita Akan Kejar Siapapun yang Merugikan

- Selasa, 28 September 2021 | 17:38 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir (Foto: Instagram @erickthohir)
Menteri BUMN, Erick Thohir (Foto: Instagram @erickthohir)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Indikasi perilaku korupsi kembali terjadi di perusahaan pelat merah. Kali ini isu tersebut menerpa PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir indikasi korupsi di Krakatau Steel berasal dari proyek blast furnace yang mangkrak selama 6 tahun dari 2012 hingga 2018.

Diketahui sebelumnya, nilai proyek blast furnace tersebut mencapai USD 850 juta, membuat beban utang perseroan tembus USD 2 miliar atau sekitar Rp 31 triliun. Persoalan ini kemudian diselesaikan oleh direksi baru mulai 2018.

"Ini hal-hal yang tidak bagus. Pasti ada indikasi korupsi dan kita akan kejar siapa pun yang merugikan. Bukannya kita ingin menyalahkan tapi penegakan hukum. Bisnis proses yang salah harus kita perbaiki," kata Erick dalam Talkshow Bangkit Bareng di YouTube Republika, Selasa (28/9).

Baca Juga: Kejurda U16 Piala Gubernur, Kalahkan Rohul, Pekanbaru Raih Tiket Pertama Semifinal

Proyek mangkrak tersebut membuat kerugian pada KRAS selama delapan tahun. Untuk membenahi keuangan KRAS, perseroan pun melakukan restrukturisasi utang Rp 30 triliun yang dimulai sejak akhir 2018 hingga Januari 2020.

Restrukturisasi utang ini melibatkan 10 bank nasional, swasta, dan luar negeri. Dengan perpanjangan pembayaran utang ini, KRAS bisa menurunkan beban bunga dari USD 847 juta menjadi USD 466 juta yang menjadi tahap pertama dalam upaya penyehatan KRAS.

Restrukturisasi ini juga membuat perseroan bisa meraup untuk Rp 67 miliar pada Agustus 2020 dan jumlah itu terus bertambah per Agustus 2021 menjadi Rp 800 miliar.

Tahap kedua, Erick membentuk subholding pada anak usaha KRAS yang jumlahnya banyak. Di subholding ini, akan ada yang dilepas ke pasar modal (Initial Public Offering/IPO) agar bisa mendapatkan pendanaan untuk mencicil utang USD 2 miliar.

Baca Juga: Yahya Waloni Cabut Gugatan Praperadilan, Sempat Berargumen Sengit dengan Kuasa Hukumnya Sendiri

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X