Diduga Cemarkan Nama Baik, Direktur Lokataru dan Koordinator KontraS Digugat Luhut Senilai Rp100 Miliar

- Rabu, 22 September 2021 | 18:26 WIB
Haris Azhar Tak Mau Minta Maaf ke Luhut. (instagram.com/@azharharis)
Haris Azhar Tak Mau Minta Maaf ke Luhut. (instagram.com/@azharharis)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti digugat secara pidana oleh Menko Marves, Luhut-Binsar-Pandjaitan">Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu, Luhut juga akan menggugat secara perdata seperti dikatakan oleh kuasa hukum Luhut, Juniver Girsang, saat membuat laporandi SPKT Polda Metro Jaya.

Mirisnya, kedua yang dilaporkan digugat senilai Rp100 miliar.

"Dalam gugatan perdata itu beliau sampaikan kepada saya tadi kami akan menuntut kepada baik Haris Azhar maupun Fatia yang telah mencemarkan nama baiknya itu Rp 100 miliar," kata Juniver dilansir dari Kumparan, Rabu (22/9/2021).

Meski begitu, Juniver mengaku kalau uang tersebut nantinya tidak akan diterima Luhut secara pribadi. Kliennya tersebut akan menyumbangkan ke masyarakat Papua.

"Rp 100 miliar ini kalau dikabulkan oleh hakim akan disumbangkan kepada masyarakat Papua. Itulah saking antusiasnya beliau (Luhut) membuktikan apa yang dituduhkan itu tidak benar dan merupakan fitnah pencemaran," kata Juniver.

Baca Juga: 7 Kali Menikah, Pria Ini Aniaya Istri Sahnya hingga Meninggal

Kasus ini bermula dari wawancara Fatia oleh Haris Azhar, yang ditayangkan di Channel YouTube Haris Azhar. Dalam video berjudul "ADA LORD LUHUT DIBALIK RELASI EKONOMI-OPS MILITER INTAN JAYA!!JENDERAL BIN JUGA ADA!!" Fatia menyebut bahwa PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtra Group sahamnya dimiliki oleh Luhut, bermain dalam bisnis tambang di Papua.

"PT Tobacom Del Mandiri ini Direkturnya adalah Purnawirawan TNI namanya Paulus Prananto. Kita tahu juga bahwa Toba Sejahtra Group ini juga dimiliki sahamnya oleh salah satu Pejabat kita, Namanya adalah Luhut-Binsar-Pandjaitan">Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), The Lord, Lord Luhut. Jadi Luhut bisa dibilang bermain dalam pertambangan-pertambangan yang terjadi di Papua hari ini," kata Fatia dalam video tersebut.

Atas pernyataan itu Luhut melayangkan dua kali somasi agar Haris meminta maaf. Namun tidak digubris hingga akhirnya diputuskan untuk membuat laporan polisi.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Positif Covid-19 Hari Ini Bertambah 404 Orang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:21 WIB

Erick THohir Minta Semua Fasilitas Umum di BUMN Gratis

Jumat, 26 November 2021 | 16:38 WIB

Larangan Masuk Terhadap WNI ke Arab Saudi Dihapus

Jumat, 26 November 2021 | 15:32 WIB
X