Definisi Buzzer Politik, Fungsi, dan Cara Kerjanya

- Sabtu, 18 September 2021 | 15:34 WIB
Ilustrasi pengguna gawai  |  Sumber: John Schnobrich on Unsplash
Ilustrasi pengguna gawai | Sumber: John Schnobrich on Unsplash

Saat ini, KOL lebih akrab dikenal dengan sebutan influencer. Sama seperti buzzer, KOL juga memiliki pengaruh terhadap opini publik. Bedanya, KOL memiliki jumlah pengikut media sosial yang lebih besar jika dibandingkan dengan buzzer. Selain itu, KOL biasanya terdiri dari orang yang sudah terpercaya dan dinilai memiliki pengaruh yang besar di kalangan masyarakat luas.

Bagaimana Cara Buzzer Politik Bekerja?

Buzzer politik menjalankan aksinya melalui berbagai platform media sosial. Buzzer politik biasanya sudah terorganisir dengan baik serta memiliki kemampuan kerja yang produktif dan masif. Salah satu platform favorit buzzer politik adalah Twitter.

Jika ingin membuat suatu isu politik atau ingin melakukan counter narasi terhadap pernyataan dari lawan politiknya, buzzer biasanya akan membuat tagar berisikan kalimat tertentu, kemudian mencuitkan percakapan yang mengajak pengikutnya untuk mendukung aksinya. Penggunaan tagar ini bertujuan untuk mendapatkan predikat trending topics, sehingga tagar yang sudah termuat misi mereka dapat dilihat oleh banyak orang.

Terkadang, KOL yang memiliki afiliasi politik ke spektrum tertentu juga ikut diterjunkan bersama buzzer politik. KOL dinilai memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi karena sering dianggap sebagai sumber yang terpercaya oleh masyarakat luas, terlebih jika memiliki jumlah pengikut media sosial yang banyak, sehingga sering digunakan untuk melancarkan sejumlah kampanye tertentu. Tugas buzzer politik disini adalah membantu KOL agar konten yang dihasilkan tetap naik selama waktu yang telah direncanakan sebelumnya.

Buzzer politik menggunakan alat bantu berupa software dan bot untuk dapat bekerja dengan maksimal. Bot ini berupa akun media sosial palsu yang digunakan secara massal menggunakan alat untuk mencuitkan tagar tertentu agar berhasil mendapat perhatian masyarakat luas.

Baca Juga: Senam Riau Mengkhawatirkan, Andalan Emas Cedera, Panitia Pelatda Masih Dingin

Jenis-Jenis Buzzer Politik

Biasanya, buzzer politik dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu buzzer politik yang bekerja secara profesional dan buzzer politik yang menjadi sukarelawan kepentingan politik tertentu. Buzzer politik sukarelawan biasanya memiliki motif yang didorong kesamaan ideologi atau kepentingan dengan tokoh atau partai politik.

Terkadang, buzzer politik sukarelawan seringkali tidak meminta bayaran, karena alasan ingin berkontribusi kepada kepentingan politik tertentu. Sedangkan buzzer profesional memiliki jumlah pengikut media sosial yang lebih banyak, terorganisir, dan memiliki bayaran yang besar.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebanyak 1.826 Prajurit TNI Terinfeksi HIV-AIDS

Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:02 WIB
X