Tersinggung, Pejabat KLHK Mencak-mencak di Depan Mahasiswa Saat Webinar TN Komodo

- Sabtu, 18 September 2021 | 13:14 WIB
Komodo hewan terancam punah  |  Sumber : Joshua J. Cotten on Unsplash
Komodo hewan terancam punah | Sumber : Joshua J. Cotten on Unsplash

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Marah-marah dalam webinar tentu hal yang menggelikan, apalagi ini dilakukan oleh staf Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam webinar yang bertajuk Taman Nasional Komodo & Jurassic Park 'Konservasi atau Investasi?'.

Staf tersebut bernama Moko yang tidak terdaftar sebagai pengisi materi dalam webinar tersebut. Sedangkan, perwakilan KLHK yang mengisi materi dalam webinar tersebut sejatinya adalah Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam Ekosistem (KSDAE), Wiratno.

Moko sebagai staf Wiratno dipersilakan untuk berbicara karena sang dirjen yang meminta waktu khusus kepada moderator untuknya.

Moko lantas meminta moderator untuk kembali menampilkan slide atau salindia salah satu pemateri dari peneliti Sunspirit for Justice and Peace, Venan Haryanto. Moko pun menyatakan tulisan di dalam slide itu membuat pihaknya tersinggung.

"Bu Lusi (moderator) ada satu slide dari pak Venan, mohon berkenan dibaca; 'Selamatkan Taman Nasional Komodo dari Kejahatan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ucap Moko dalam webinar itu yang diakses di Youtube HIMAP UB, Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Kapal China Lalu Lalang di Laut Natuna Utara, Peran Menhan Prabowo dan Menko Marves Luhut Dipertanyakan

Wiratno pun mempertanyakan maksud dari slide itu dan bergantian mencak-mencak dengan Moko. Mereka menilai slide itu berisi tuduhan bahwa KLHK telah melakukan kejahatan lingkungan.

"Apa maksudnya ini?" sahut Wiratno.

"Memang kami penjahat? Kami bukan penjahat wey!" sambung Moko dengan nada tinggi.

Dengan nada tinggi lagi, Moko pun meminta kepada pemateri untuk membuat materi yang sopan dan tidak boleh menyinggung KLHK.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: CNN Indonesia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Analis Politik Anggap Ma'ruf Amin Cuma Ban Serep?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:23 WIB

Banyak Kasus, Berikut Cara Cek Legalitas Pinjol

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:27 WIB

Nikita Mirzani Berharap Rachel Vennya di Penjara

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:40 WIB
X