Pakar Hukum Internasional UI: Nelayan China Akan Selamanya di Laut Natuna Utara

- Sabtu, 18 September 2021 | 12:19 WIB
hsir Ramadhan/ Red: Erik Purnama Putra   Pakar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. Pakar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. (UI)
hsir Ramadhan/ Red: Erik Purnama Putra Pakar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. Pakar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. (UI)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Nelayan-nelayan di perairan Natuna saat ini sedang dirundung perasaan tak nyaman atas kapal asing yang mondar-mandir di daerah tempat mereka mencari nafkah.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana meminta pemerintah Indonesia mengerahkan kapal-kapal milik Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) di Laut Natuna Utara.

Hal itu bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada nelayan-nelayan Indonesia yang kerap merasa terintimidasi dengan kehadiran kapal perang dan penangkap ikan China.

Sebelumnya Bakamla sudah menyampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR RI pada Senin (13/9/2021), tentang kabar beroperasinya kapal asal China, Vietnam, hingga Amerika Serikat (AS) di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara.

Baca Juga: Kaum Mendang Mending Merapat! Xiaomi Rilis Redmi 10 Baru di Indonesia

TNI Angkatan Laut (AL) kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan menggelar patroli udara pada Jumat (17/9/2021).

Namun TNI AL hanya menemukan empat kapal asing yang melintasi perairan Indonesia.

Kapal asing dibolehkan melintas karena ZEE adalah perairan internasional di mana merupakan hak lintas damai dari negara-negara.

Menurut laporan Pangkoarmada I TNI AL, Arsyad Abdullah pihaknya tidak ditemukan keberadaan kapal pencari ikan dari negara asing selama patroli udara.

Menanggapi itu, Hikmahanto Juwana mengatakan, kapal China akan terus lalu-lalang di Laut Natuna Utara hingga akhir zaman.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Analis Politik Anggap Ma'ruf Amin Cuma Ban Serep?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:23 WIB

Banyak Kasus, Berikut Cara Cek Legalitas Pinjol

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:27 WIB

Nikita Mirzani Berharap Rachel Vennya di Penjara

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:40 WIB
X